Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Argentina Dalam Takdir Vozinha Palang Pintu Tanjung Verde

"Kami di sini untuk bersaing dan membuat hidup sulit bagi lawan kami,"Vozinha

Indonesiasurya
Senin, 29 Juni 2026 | 16:15:12 WIB
Vozinha Kiper Tanjung Verde

Olahraga - "Mengapa ayahnya memikirkan saya? Padahal ada Maradona di sana!" Jorge Valdano tertawa kecil saat pertama kali mendengar kisah itu.

Wajar Sebab pada Piala Dunia 1986, hampir seluruh dunia berbicara Diego Maradona. Namun, empat puluh tahun lalu, seorang pria dari Tanjung Verde justru terpikat pada pemain Argentina yang lain.

Namanya Jose Pedro Dias, la jatuh hati pada permainan bernama Valdano. Begitu terkesan, ia sampai berjanji : jika suatu hari punya anak laki-laki, ia ingin menamainya Valdano.

Namun ketika anak itu lahir, negara menolak. Petugas catatan sipil Tanjung Verde tak mengizinkan penggunaan nama asing.
Dan sejak saat itu nama beraroma Argentina ditolak masuk ke namanya. Tapi tidak ke takdirnya.

Sebagai gantinya, sang ayah memilih nama lain: Josimar José Évora Dias. Diambil dari Josimar, bek Brasil yang juga bersinar di Piala Dunia 1986.

Tak ada yang menyangka, bocah yang gagal diberi nama Valdano itu kelak menulis takdirnya sendiri.

Dunia kini mengenalnya sebagai Vozinha. Bukan wonderkid, bintang akademi elite, atau pemain klub besar Eropa. la bahkan baru menjadi pesepak bola profesional di usia 25 tahun. Terlambat, menurut standar sepak bola modern bahkan Ia nyaris menyerah dan pensiun namun, mimpi menahannya. Lalu datang 2026 FIFA World Cup.

Di usia 40 tahun, Vozinha membuat dunia menoleh. la menjadi tembok bagi Tanjung Verde. Membantu negaranya melakoni debut perdana dan sekaligus negara terkecil yang pernah lolos ke fase gugur.

Piala Dunia menulis sejarah.
Air mata pecah di tribun dan di lapangan ketika mereka dipastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia. Dan untuk pertama kalinya, seluruh keluarganya ada di sana. Ayahnya hadir. Ibunya, yang sebelumnya gagal datang karena masalah visa, akhirnya tiba di Amerika Serikat.

"Jantung saya serasa copot... tapi hari ini keberuntungan berpihak
pada kami," ucap Ana.

"Dia telah melalui begitu banyak hal," tambahnya. Sementara sang ayah menatap putranya dengan mata berbinar.
'Sebagai seorang ayah, saya merasa sangat bangga, ini adalah sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan.'

Kini tantangan berikutnya menunggu. Lawan Tanjung Verde di babak 32 besar adalah Timnas Argentina. Negara yang
dulu ingin dibawa ayahnya masuk ke dalam nama putranya. Ironisnya, Vozinha tak pernah melupakan kisah itu.

"Di dunia sepak bola, saya dikenal sebagai Vozinha. Tapi saya ingin menyampaikan penghargaan kepada Jorge Valdano dan Josimar, inspirasi di balik nama saya."

Kisah itu bahkan sampai ke telinga Valdano Dan reaksinya sungguh tak terduga.

"Empat puluh tahun setelah Piala Dunia 1986, saya merasa ikut bermain secara tidak langsung di Piala Dunia 2026 melalui Vozinha."
Lalu legenda Argentina itu tersenyum.
"Mengapa ayahnya memikirkan saya? Padahal ada Maradona di sana!"

Empat puluh tahun lalu, ayah Vozinha bermimpi tentang Argentina lewat layar televisi.
Kini... ia duduk langsung di tribun Piala Dunia, menyaksikan putranya berdiri menghadapi Argentina yang sesungguhnya.
Di seberang nanti ada Lionel Messi, sang juara dunia, juga legenda. Dan Vozinha tak menutupi antusiasmenya.

"Saya akan sangat senang bermain melawan Lionel Messi... dan siapa tahu, mungkin saya akan mendapatkan bajunya juga."
Namun antusiasme itu tak mengurangi keberaniannya. Saat ditanya bagaimana jika ia menghadapi penalti Messi di menit akhir dan berhasil menggagalkannya?

"Itu akan menjadi hal yang menakjubkan. Itu akan menjadi mimpi nyata," jawab Vozinha
tersenyum.

"Kami di sini untuk bersaing dan membuat hidup sulit bagi lawan kami,"Vozinha

Lanjutnya, Nama Valdano memang
tak pernah tertulis di akta kelahirannya Tapi rupanya, Argentina... sudah lama tertulis dalam takdirnya. (*)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Front keadilan rakyat Lembata gelar aksi, pemerintah diminta turunkan harga es batu, DPRD jangan diam.

Terkait Alfamart, Pemerintah berada pada posisi yang tidak bisa menolak dan tidak mudah menerima. Pemerintah mengambi

| Senin, 28 September 2026
Kampar B Juara Waijarang Cup, Kalahkan Kwela Watukobu 6-2 di Final

Klub yang dilatih oleh Mitos Latif dengan manajer Yonas Magang — seorang anggota Polri aktif — tampil solid sepanjan

| Senin, 28 September 2026
Kabar baik bagi 255 PPPK Paruh Waktu Lembata: Tetap Bekerja, TPP Dikaji

Meski anggaran terbatas, Bupati mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menurunkan kualitas pelayanan. "Bekerjalah deng

| Minggu, 27 September 2026
Bupati Lembata Kaji Peluang Pemberian TPP ke 255 PPPK Paruh Waktu.

Selama saya memimpin bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, kami tidak akan memberhentikan PPPK Paruh Waktu, sepanjang

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata gelar berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-62 Tahun 2026

Peringatan ulang tahun kesehatan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, b

| Sabtu, 26 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9