Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wing Air Lalai, Kargo Jenasah Mahasiswa Asal Lembata dari Jakarta menuju Larantuka tertinggal di Bandara Eltari Kupang

Capt David Vigis salah satu anggota keluarga almarhum, kepada media ini mengaku kecewa dengan sistem pelayanan wing air penerbangan Kupang- Larantuka

Indonesiasurya
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:31:08 WIB
Ilustrasi

Lembata - Terkait tertinggalnya kargo jenasah mahasiswa asal Lembata dari Jakarta tujuan Larantuka dengan transit bandara eltari Kupang menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan hal ini pun menjadi preseden buruk bagi manajemen maskapai wing air yang melayani rute penerbangan Kupang- larantuka

Bagi banyak pihak ini adalah kelalaian pihak maskapai hingga kargo lanjutan berisi jenasah dari jakarta ke larantuka tidak diterbangkan.


Capt David Vigis salah satu anggota keluarga almarhum, kepada media ini mengaku kecewa dengan sistem pelayanan wing air penerbangan Kupang- Larantuka

Menurut Capt Vigis, kelalaian ini merupakan, kesalahan mutlak maskapai yang mengurus kargo, karena bokingan tiket penumpang sebagai pengawal bersama kargo menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dalam kargo manifest yang didapat keluarga dan maskapai itu sama, mesti menjadi P1 jadi alasan yang kami terima bahwa kabin kargo kecil dan lain-lain mesti menjadi pertimbangan maskapai. Misalnya ada pengiriman lain yang bisa ditunda sehingga kargo penerbangan awal dari jakarta bisa untuk satu kali jalan pengiriman.


Bagi kami ungkap Capt David kargo bisa ditunda kecuali tidak ada penerbangan atau ada ganguan cuaca dan atas kondisi ini mestinya pihak maskapai bertangungjawab bukan hanya sekedar minta maaf tegas Vigis.

Masih menurut Vigis, terkait kematian orang timur melekat dengan urusan tradisi adat dan budaya, nah dengan kelalaian maskapai wing air seperti ini konsekwensi biaya harus juga menjadi tanggungjawab maskapai.

Sebutlah misalnya karena batal diterbangkan, kargo jenasah ini disemayamkan di mana, terus ambulance yang sudah on untuk penjemputan, kapal yang disewakan untuk penyebrangan harus dipertimbangkan maskapai karena ini kelalaian. Maskapai jangan seolah -olah lepas tangan ketus Vigis

Maskapai tidak bisa tinggal diam dan seolah masa bodoh tidak bisa seperti itu. Keluarga berhak komplain itu.
Ini kelalalian maskapi yang tidak memperhatikan kargo manifestnya.
Tidak bisa kemudian hanya sampaikan besok baru diterbangkan sangat tidak etis tegas capt Vigis

Sementara Ano Petugas kargo Lion air, wing air dan batik saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telp seluler (4)8/2026) menjelaskan bahwa pihaknya teratur by sistem.

"Kami teratur by sistem dan kargo ini tiba dengan lion jam 8 lewat tidak ada koneting dengan penerbangan lanjutan" ungkap Ano.

Lebih jauh ia mengatakan, untuk penebangan lanjutan tanggal, 3 Agustus 2026 koneting kita dengan batik air yang tiba di Kupang jam 6 pagi untuk lanjutan ke larantuka. Sementara dengan lion tidak konek.

Ditanya mengapa pendaping bisa terbang lanjut sementara kargo tidak? Petugas mengatakan sesuai jadwal kargo diterbangkan tanggal 4 Agustus 2026.

Media ini pun bertanya manifest tiketing penumpang dan kargo merupakan satu kesatuan kenapa, penumpang bisa terbang lalu kargo tidak? Mengapa juga saat di bandara ketika ditanyakan ke petugas tidak dijelaskan?
Ano mengatakan, kami konek dengan batik pagi dari jakarta-kupanb -larantuka tiba jam 6 pagi sementara kargo jenasah tiba jam 8 dengan lion jadi tidak ada konekting sehingga kargo jenasah baru bisa diterbangkan tanggal 4 Agustus.

"Kita miskomunikasi sehingga terjadi seperti ini" ungkap Ano diujung pembicaraan dengan awak media.

Untuk diketahui Peristiwa memilukan ini terjadi dan menimpa keluarga besar Blasius Avelino Kebingin (25), mahasiswa asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jenazah Blasius yang diberangkatkan dari Jakarta menuju kampung halamannya, tertinggal di Bandara El Tari Kupang saat transit menuju Bandara Gewayantana, Larantuka, Flores Timur, Senin (03/08/2026).
Kejadian ini membuat keluarga korban terpukul. Saat pesawat yang ditumpangi dua pengantar jenazah mendarat di Larantuka, jenazah Blasius ternyata tidak ikut diterbangkan.
Blasius merupakan mahasiswa asal Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Lembata, yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Ia meninggal dunia pada Sabtu (01/08/2026) di rumah kosnya akibat sakit.

Jenazah sempat dibawa ke RSUD Pasar Rebo sebelum dipulangkan ke kampung halaman. Jenazah diberangkatkan menggunakan penerbangan Lion Air dengan transit di Bandara El Tari Kupang.
Dalam perjalanan itu, jenazah didampingi adik kandung korban, Sandro Kebingin, dan sepupunya, Jansen Kebingin. Setibanya di Kupang, keduanya melapor kepada petugas mengenai keberadaan jenazah yang akan melanjutkan penerbangan ke Larantuka menggunakan Wings Air.

Menurut Jansen, petugas darat menyampaikan bahwa proses pemindahan jenazah ke pesawat lanjutan akan ditangani pihak maskapai. Mereka pun diarahkan langsung menuju ruang tunggu keberangkatan.

Kami sudah melapor kalau membawa jenazah. Petugas bilang nanti jenazah mereka yang urus untuk dipindahkan ke pesawat tujuan Larantuka, jadi kami diminta langsung ke ruang tunggu,” ujar Jansen.

Lanjut Jansen sejak transit di Surabaya hingga Kupang, ia sempat memastikan proses pengiriman jenazah. Namun, setiap kali bertanya ke petugas, jawabannya sama: pemindahan kargo dilakukan otomatis sehingga tidak perlu mendatangi bagian kargo.

“Tiap bandara yang kami transit, kami mau ke cargo untuk cek. Mereka bilang tidak bisa karena itu sudah otomatis tinggal dipindahkan.

Waktu transit di Surabaya saya tanya, di Kupang saya tanya lagi, jawabannya sama, jadi saya tidak usah ke cargo,” katanya.

Saat tiba di Bandara Gewayantana Larantuka, Sandro dan Jansen terkejut karena jenazah Blasius tidak berada dalam pesawat yang mereka tumpangi.
“Kami benar-benar kaget. Kami langsung mau ambil jenazah, ternyata tidak ada. Terus terang sakit sekali, karena saya benar-benar menjaga adik saya sejak dari Jakarta. Kenapa bisa begini, sementara mereka juga mengakui ada kesalahan,” tutur Jansen.
Penantian Tanpa Kepastian Akibat kejadian tersebut, keluarga yang telah berkumpul di Larantuka untuk menyambut kedatangan jenazah harus menunggu tanpa kepastian. Bahkan, sejumlah anggota keluarga dari Lewoleba sudah menyeberang menggunakan kapal cepat menuju Larantuka sejak siang. Peristiwa ini menambah duka mendalam bagi keluarga besar Blasius.

Mereka berharap pihak maskapai segera memberikan penjelasan dan memastikan jenazah dapat dipulangkan dengan layak ke kampung halaman.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Selamat Jalan Kapolres Terbaik! Bumi Panrita Lopi Melepas AKBP Restu Wijayanto Menuju Mabes Polri

Berdasarkan mutasi jabatan di lingkungan Polri tahun 2026, AKBP Restu Wijayanto diangkat sebagai Kasubbag BI Bagjatranin

| Selasa, 04 Agustus 2026
Sambut HUT RI ke 81, Yakobus Teka Lurah Lewoleba Barat bersama warga gelar Berbagai Lomba.

"kita dukung visi misi Bupati dan wakil Bupati dengan nelayan tani ternak (NTT) menuju masyarakat yang sejahtera, adil d

| Senin, 03 Agustus 2026
Disperindag dan Minyak Tanah yang Menghilang di Kota Kupang

Oleh: Teguh Lamentur Takalapeta, M.Fil (Founder Kawan Energi Lestari)

| Senin, 03 Agustus 2026
Baramakassar Ucapkan Selamat Bertugas, Kombes Pol Safi'i Nafsikin Pimpin Polresta Kendari

Komunitas Media Online BaraMakassar menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan kepada Kombes Pol

| Minggu, 02 Agustus 2026
Padepokan Rimba Karma & PSHT Gelar Turnamen Catur 2026, Siap Lahirkan Pecatur Berprestasi

Pendaftaran dibuka mulai 3 Agustus hingga 9 Agustus 2026. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar atau memperoleh informasi

| Senin, 03 Agustus 2026
Belopa Memanas! Warga Protes Usai Talang Tambang Diduga Dibakar Saat Operasi Polisi

Dalam operasi tersebut, aparat diduga melakukan pembakaran sejumlah talang yang digunakan sebagai sarana pengolahan mate

| Minggu, 02 Agustus 2026
Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto lantik Badan Pengurus KADIN Lembata.

Bobby Lianto melantik sejumlah badan pengurus pengurus KADIN Lembata di Ballroom Olimpic Lewoleba.

| Sabtu, 01 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 47