Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Nagakeo masih mencekam, gempa susulan mencapai magnitudo 6,2

Suharyanto menyebut salah satu gempa susulan mencapai magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB. Gempa tersebut berada di kedalaman sekitar 10 kilometer dan episenternya masih berada di wilayah laut

Indonesiasurya
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:37:48 WIB
Foto

Nagakeo - Setelah dini hari tadi pulau flores di guncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tepatnya Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), gempa susulan masih kerap terjadi.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya 31 gempa susulan tercatat hingga Sabtu pukul 15.00 WIB.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, dari puluhan gempa susulan tersebut, empat di antaranya memiliki kekuatan yang cukup besar dan terjadi dalam rentang waktu pagi hari.

Suharyanto menyebut salah satu gempa susulan mencapai magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB. Gempa tersebut berada di kedalaman sekitar 10 kilometer dan episenternya masih berada di wilayah laut.

Tidak lama berselang, gempa susulan kembali terjadi dengan magnitudo 5,5. Peristiwa itu tercatat pada pukul 05.13 WIB lewat 53 detik, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah laut.

Guncangan berikutnya memiliki kekuatan magnitudo 6,2 dan terjadi pada pukul 05.28 WIB. Gempa tersebut juga berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah laut.

Sementara satu gempa susulan lainnya berkekuatan magnitudo 5,6 dan tercatat terjadi pada pukul 05.37 WIB.

“Gempa susulan yang cukup besar terjadi pada pagi hari,” kata Suharyanto. Setelah sekitar pukul 07.00 WIB, aktivitas gempa dengan magnitudo besar dilaporkan tidak lagi terjadi hingga pembaruan informasi pada siang hari.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena gempa utama yang mengguncang Nagekeo memiliki kekuatan besar dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Gempa M 7,7 tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB. Tak lama setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami sebagai langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gelombang tsunami.

Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir sekitar pukul 07.30 WIB setelah pemantauan terhadap kondisi laut dan perkembangan gempa dilakukan.

Di tengah aktivitas gempa susulan, dampak gempa utama juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Berdasarkan data pemutakhiran hingga Sabtu pukul 15.00 WIB, sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia.

Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan.

Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan. Tim gabungan terus melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap masyarakat yang terdampak gempa.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga disarankan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga terkait.

Gempa besar yang mengguncang Nagekeo menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian serius karena kekuatannya mencapai M 7,7, diikuti puluhan gempa susulan serta menimbulkan korban jiwa.

Perkembangan kondisi korban, kerusakan bangunan, dan aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh pihak berwenang


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7