Nagawutung, Indonesiasurya.com — Pesan lalu lintas dan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menggema kuat di Aula Utama SMAN 1 Nagawutung, Jumat (24/04/2026), dalam kegiatan sosialisasi yang menyasar siswa-siswi kelas X dan XI. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang belakangan kerap melibatkan pelajar di wilayah Lembata.
Puluhan siswa tampak memenuhi ruangan dengan tertib, duduk rapi dan mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menghadirkan jajaran kepolisian dari Polres Lembata dan Polsek Nagawutung yang secara langsung memberikan edukasi serta penguatan kesadaran berlalu lintas sejak dini.
Kepala SMAN 1 Nagawutung, Patrisius Beyeng, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas komitmen dalam membina generasi muda. Ia menegaskan bahwa meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa pelajar menjadi keprihatinan bersama. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin sadar bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Aipda Elifas G. Haumuty, PS Kanit Kamsel Satlantas Polres Lembata, bersama Aipda Albert Redo, Kanit Binmas Polsek Nagawutung, menyampaikan berbagai pesan penting terkait lalu lintas dan kamtibmas. Mereka menekankan pentingnya kelengkapan berkendara seperti helm, SIM, STNK, serta kondisi kendaraan yang layak jalan.
Dalam pemaparannya, polisi juga menyoroti berbagai pelanggaran yang sering dilakukan pelajar, mulai dari tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, bermain ponsel saat berkendara, hingga aksi berbahaya seperti standing/wheelie. Selain itu, etika berlalu lintas menjadi perhatian utama, dengan ajakan untuk saling menghargai pengguna jalan, tidak ugal-ugalan, serta mampu mengendalikan emosi saat berkendara.
“Keselamatan harus didahulukan, bukan kecepatan,” tegas pemateri di hadapan peserta.
Lebih jauh, para siswa juga diajak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas—tidak hanya patuh aturan, tetapi juga berani mengingatkan teman yang melanggar. Pesan kamtibmas turut ditekankan, termasuk pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta kesadaran membayar pajak kendaraan. Dalam kondisi darurat, masyarakat diingatkan untuk menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya kepolisian di berbagai daerah yang secara aktif menyasar pelajar melalui program edukasi di sekolah guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Edukasi sejak dini dinilai efektif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para siswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan, menandakan tumbuhnya kesadaran kritis terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.
Melalui kegiatan ini, pesan lalu lintas dan kamtibmas tidak hanya disampaikan, tetapi diharapkan benar-benar tertanam dalam diri setiap pelajar—menjadi bekal penting untuk menciptakan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan bersama. (Hans Koban)