Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya tidak rasional.

Indonesiasurya
Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:08:15 WIB
Kantor bank NTT lewoleba

Lembata - Seorang Nasabah Bank NTT Cabang Lewoleba kaget setelah muncul kredit Siluman senilai Rp.230 juta, yang tidak pernah diajukannya. Siapa dalang kredit ini?

Mengapa Dana Kredit dan Blokir Cair Tanpa Sepengetahuan Nasabah. Ada apa?

Nasabah Bank NTT Cabang Lembata, Lasarus Teka Udak, mengaku dirugikan atas proses kredit yang dialaminya di bank tersebut.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya tidak rasional.

Kasus ini menambah panjang daftar kasus yang kerap terjadi pada bank milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Lasarus menjelaskan, dirinya pertama kali mengajukan kredit pada tahun 2017 dengan nilai Rp150 juta dan dana tersebut cair pada 9 Januari 2018.
Berdasarkan perhitungan kredit, pinjaman itu seharusnya selesai pada 1 Januari 2027.

“Namun tiba-tiba, tanpa sepengatahuan saya, pada tahun 2019 muncul kredit tindis baru Rp230 juta. Itu tidak rasional. Saya sendiri tidak pernah ajukan kredit itu,” ungkap Lasarus.

Ia mengaku tidak memahami proses tersebut dan merasa sangat terbebani.

Menurutnya, untuk memperoleh pinjaman Rp150 juta saja dirinya sudah sangat kesulitan, sehingga tidak masuk akal apabila kembali mengajukan kredit lebih besar.

“Pinjam Rp150 juta saja saya setengah mati, lalu saya ceroboh untuk pinjam lagi Rp230 juta. Saya benar-benar gila kalau begitu,” katanya.

Lasarus juga mempertanyakan adanya penarikan dana blokir serta dana sebesar Rp89 juta yang menurutnya tidak jelas.

“Penarikan dana blokir dan sisa kredit Rp81 juta, siapa yang tarik? Saya tidak sanggup lagi. Ini sangat merugikan kami,” ujarnya.

Ia menyebut pernah berupaya menemui pihak Bank NTT untuk meminta penjelasan, namun belum berhasil bertemu dengan pimpinan bank.

“Dua kali datang tapi tidak bertemu. Saya sangat terganggu,” katanya lagi.

Lasarus turut menyinggung keberadaan seorang debt collector Bank NTT bernama Elis yang disebutnya terlibat dalam proses penagihan.

Sementara itu, menurut pengakuan petugas Bank NTT, seluruh dokumen kredit lengkap dan tersimpan rapi. Bahkan, kata dia, petugas bank menyarankan nasabah menempuh jalur hukum apabila merasa tidak puas.

“Menurut petugas Bank NTT, semua dokumen kredit lengkap dan tersimpan rapi,” ujarnya.

Ia juga menilai pihak bank semestinya melakukan analisis kemampuan dan kondisi kehidupan nasabah sebelum menyetujui penarikan dana blokir maupun pengajuan kredit.

“Bank pasti lihat kehidupan dan analisis pendapatan saat minta tarik uang blokiran. Ini sakit hati sekali saya,” tuturnya.

Menurut staf bank NTT, Satu hari setelah pengajuan kredit tindis senilai 230 juta, dana tersebut sudah cair senilai Rp81 juta. Dan di terima sendiri oleh nasabah atas nama Lasarus Teka Udak. Namun di situlah titik persoalan terjadi.

"Saya ini orang tua dan benar-benar tidak pernah ajukan kredit RP 230 juta apalagi menerima uang 81 juta. Kami tuntut pihak bank harus membuka CCTV untuk mebgetahui kebenaran kasus ini," ujar Lasarus Teka Udak.

Sementara itu, Kepala Bank NTT Cabang Lembata, Petrus Lewar, yang dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Lasarus pun menyayangkan sikap pimpinan bank yang dinilainya sulit ditemui.
Ia bahkan menilai Kepala Bank NTT meninggalkan tugas untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu stafnya di sebuah desa di Kabupaten Lembata.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3