Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


GM PLN UIP Nusra Tinjau Kesiapan PLTP Mataloko, Pastikan Proyek Siap Memasuki Tahap Drilling

Manurung menegaskan, seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan keberlanjutan.

Indonesiasurya
Jumat, 31 Juli 2026 | 15:20:06 WIB
General Manager PLN UIP Nusra, RDW. Manurung, meninjau area manifestasi panas bumi PLTP Mataloko yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi kawasan geowisata sebagai pemanfaatan langsung energi panas bumi.

Mataram, 28 Juli 2026 - General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, bersama Vice President Panas Bumi PLN, Maternikus Tigor Marolop Situmorang, meninjau langsung progres pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko 2×10 MW di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 24 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek sebelum memasuki tahapan pengeboran (drilling), sekaligus meninjau sejumlah infrastruktur utama yang telah dibangun, seperti wellpad, akses jalan, sistem penyediaan air, serta lokasi-lokasi manifestasi panas bumi yang menjadi dasar pengembangan panas bumi Mataloko.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran manajemen juga mengevaluasi kesiapan teknis pekerjaan pengeboran, termasuk sistem penyediaan air yang akan mendukung aktivitas drilling. Saat ini, PLN masih menunggu keputusan dari KfW selaku lender terkait skema pemanfaatan air untuk mendukung tahapan pengeboran.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan bahwa pengembangan PLTP Mataloko terus menunjukkan kemajuan dan kini memasuki fase penting sebelum pengeboran dilaksanakan.

"Kami ingin memastikan seluruh kesiapan proyek, mulai dari infrastruktur pendukung, aspek teknis, hingga pengelolaan lingkungan, telah memenuhi standar sehingga tahapan drilling dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan sesuai rencana," ujar Manurung.

Pada kesempatan tersebut, jajaran manajemen juga meninjau sejumlah titik manifestasi panas bumi di kawasan Mataloko sebagai bagian dari evaluasi lapangan.

Manurung menjelaskan, munculnya manifestasi di kawasan Mataloko sebagai dampak besarnya potensi sumber daya panas bumi, turut membuka peluang pemanfaatan langsung yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Energi panas bumi, lanjut Manurung, dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, seperti sumber panas bagi proses industri, sebagaimana telah diterapkan di kawasan PLTP Lahendong. Selain itu, potensi tersebut dapat dikembangkan untuk kawasan pemandian air panas (geowisata) maupun mendukung sektor pertanian melalui pengembangan greenhouse berbasis energi panas bumi.

"PLTP Mataloko merupakan salah satu proyek strategis di Flores yang diproyeksikan mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Flores sekaligus mendukung target transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi panas bumi," ujar Manurung.

Untuk memastikan kelestarian lingkungan, PLN telah menyiapkan berbagai langkah pengelolaan dan mitigasi, antara lain pemasangan Automatic Water Level Logger (AWLR), pelibatan masyarakat dalam kegiatan monitoring, memastikan aliran ekologis sungai tetap terjaga, serta membuka ruang dialog dan pengaduan bagi masyarakat.

Manurung menegaskan, seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan keberlanjutan.

"Setiap tahapan kami laksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial secara seimbang," tutup Manurung.

Sebelum melakukan peninjauan lapangan di Mataloko, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama jajaran manajemen mengikuti Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, Kamis, 23 Juli 2026.

Forum tersebut menjadi wadah dialog antara PLN, akademisi, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan proyek panas bumi di Flores dan Lembata, termasuk penyampaian aspirasi serta pembahasan berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat.

Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, menegaskan bahwa setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko mengedepankan keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan.

"PLN berkomitmen melaksanakan pengembangan PLTP Mataloko secara transparan dan partisipatif. Kami memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai rencana kegiatan, potensi dampak, serta langkah-langkah pengelolaan yang akan dilakukan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah proyek," ujar Avianda.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Kabar baik bagi 255 PPPK Paruh Waktu Lembata: Tetap Bekerja, TPP Dikaji

Meski anggaran terbatas, Bupati mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menurunkan kualitas pelayanan. "Bekerjalah deng

| Minggu, 27 September 2026
Bupati Lembata Kaji Peluang Pemberian TPP ke 255 PPPK Paruh Waktu.

Selama saya memimpin bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, kami tidak akan memberhentikan PPPK Paruh Waktu, sepanjang

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata gelar berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-62 Tahun 2026

Peringatan ulang tahun kesehatan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, b

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Pendidikan Lembata diduga Jebak Bupati terkait Mutasi Kepala Sekolah di Lembata.

Kondisi data yang tidak valid di Dapodik membawa dampak serius bagi nasib guru. Data yang tidak sinkron menyebabkan stat

| Jumat, 25 September 2026
Ground breaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan, Target Rantai Ekonomi Nelayan Terintegrasi

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
PINRANG MEMANGGIL: BBM SUBSIDI RAKYAT DISELEWENGKAN, MASYARAKAT DIMINTA TIDAK DIAM

Ketua FORMASI, Umar, menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masya

| Jumat, 25 September 2026
Fakta Terungkap! Pelaku Pungli di Rutan Medaeng Bertindak Sendiri, Tanpa Perintah

Menindaklanjuti laporan tersebut, pimpinan Rutan Medaeng pada hari Senin (21/9/2026) langsung membentuk tim pemeriksa da

| Jumat, 25 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7