Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Berto Take, Tokoh Masyarakat Desa Watodiri ; " Kita Harap Kehadiran LSM Barakat Bukan Untuk Picu Konflik di Masyarakat Hukum Adat"

Berto Take mengharapkan jangan ada kepentingan lain yang memboncengi penetapan Kawasan

Indonesiasurya
Senin, 23 Maret 2026 | 09:47:18 WIB
Foto

Ileape Timur - Tokoh Masyarakat desa Watodiri kecamatan Ileape Timur Bartolomeus Take, tegas mengatakan, pihaknya berharap Lsm BARAKAT tidak hadir sebagai pemicu konflik horizontal antar masyarakat hukum adat 

Menurut Take, ada insiden yang terjadi akibat dari penatapan Zonasi Laut khususnya Kawasan Muru di Wilayah Perairan Laut Desa Watodiri dan Desa Todanara. 

Bagi Berto,  kegiatan yang diinisiasi oleh LSM Barakat Lembata, pada tanggal 19 Maret 2026, telah mengakibatkan adu mulut antar warga desa Todanara dan Desa Watodiri saat pemasangan Pelampung batas di Wilayah tersebut.

"Hal ini dipicu karena Kawasan tersebut termasuk dalam Zona penyangga/Zona Pemanfaatan terbatas Konservasi local (Muru) Desa Watodiri sementara dalam Penetapan Kawasan oleh pemerintah Desa Todanara yang difasilitasi oleh LSM Barakat Lembata, masuk dalam Kawasan/Zona Inti yang tertutup untuk umum" ujar Berto. 

Pengacara muda ini menegaskan, LSM Barakat seharusnya melakukan kajian secara komprehensif dan melibatkan semua stakeholder dalam penetapan Kawasan Konservasi; karena Laut sebagai salah satu tempat mencari para nelayan untuk menghidupi keluarga.

 Hal yang paling penting kehadiran LSM Barakat membantu Pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat bukan memicu konflik antar masyarakat tegas Berto.

Ia mengatakan, Prinsipnya kita mendukung penetapan Kawasan Konservasi karena secara nasional wilayah laut Teluk Waienga (pesisir desa Todanara dan Desa Watodiri) termasuk dalam Kawasan Konservasi, tetapi kita tetap menghormati  Konservasi berdasarkan kearifan local; 

Berto mengharapkan jangan ada kepentingan lain yang memboncengi penetapan Kawasan dan khusus untuk LSM Barakat yang melakukan pendampingan, seharusnya lebih cermat melakukan kajian dengan pendekatan Budaya, sosial, dan ekonomi sehingga tidak terjadi konflik antar masyarakat pungkas Take.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Lebaran 2026: Kapolres Kolaka Tegaskan Kehadiran Polri untuk Masyarakat

Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan tercipta suasana yang damai, harmonis, dan penuh kebersamaan di seluruh wilayah K

| Jumat, 20 Maret 2026
Lebaran Makin Akrab! Bu Wakil Undang Warga Ngobrol Santai di Rumahnya

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

| Jumat, 20 Maret 2026
Lembata Jadi Tuan Rumah, Event Mancing Nasional, Perebutkan Piala Bupati Dan Uang Tunai Rp. 250 Juta

Sejumlah pelaku usaha lokal menyambut positif rencana tersebut, namun mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pad

| Jumat, 20 Maret 2026
Catatan Kritis DPRD di Musrenbang Lembata: Kemiskinan, Jalan Rusak, Air Bersih Minim, PAD Seret

Ketua DPRD Syafrudin Sira, dalam penyampaian pokok-pokok pikiran lembaganya, tidak hanya memberi dukungan politik terhad

| Kamis, 19 Maret 2026
Kamal Losari: Kritik adalah Vitamin bagi Makassar Racing

Pendiri Makassar Racing, Kamal Losari, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik yang sifatnya memb

| Kamis, 19 Maret 2026
Bertemu Legio Maria Lembata, Begini Pesan Pastoral Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Gereja saat ini berada di tengah berbagai realitas yang kerap terabaikan, keluarga yang rapuh, kaum muda yang kehilangan

| Rabu, 18 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 14