Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak bermoral tersebut

Indonesiasurya
Jumat, 17 April 2026 | 19:19:19 WIB
Foto

Lembata - Kasus pemotongan Rompong Nelayan desa Balauring, kecamatan Omesuri, kabupaten Lembata sudah sangat meresahkan. Para nelayan berharap agar APH bisa meringkus pelaku dan memberikan hukuman yang menimbulkan efek jerah.

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak bermoral tersebut

Kejadian ini terus berulang, banyak sudah Rompong Nelayan hanyut karena dipotonh tali pelampungnya

Ada yang menduga, ini karena persaingan, ada juga yang merasa ada ketidaksenangan antar nelayan, namun ada yang berpikir karena arus dan gelombang.

Sejumlah nelayan pemilik rompon, resah yang bisa memicu konflik sosial yang serius. Namun demikian para nelayan ingin suatu ketika ada bukti, dan saksi tentang siapa pelaku atau otak dibalik kejadian ini.

MM (Nelayan) salah satu pemilik rompong yang juga menjadi korban mengakui bahwa kerap kali perbuatan oknum sering menjadi korban.

"Jumlahnya ada 21 (laut bagian timur dari dolu wairiang), 11 di laut bagian barat tanjung baja ke lewotolok jumlah total 32 rompong ikan. Kerugian mencapai kurang lebih 200 juta rupiah, " terang MM (Nelayan).

Menurut MM, Ada motif kecemburuan sosial yang tidak mau disaiangi oleh para Nelayan lainnya dan mau berkuasa sendiri.

"Ia bahkan mengatakan lebih lanjut, Laut ini miliknya dari barat sampai ke timur. Naif rasanya jika pernyataan ini seperti dirinya adalah seorang penguasa hebat di Lembata, " imbuh MM.

Lanjut MM, Semua Nelayan mengalami nasib yang sama.
Setiap kali dapat tangkapan atau hasil  ikan banyak di satu rompong, maka tidak butuh waktu lama rompong itu akan di hilang atau dipotong oleh oknum bejat tak berhati nurani itu.

Kejadian ini terjadi sejak tahun 2010,
Saya pernah mengadu ke polsek Balauring namun dikatakan oleh pihak yang berwajib harus ada bukti. Sehingga kasus ini bisa di bongkar oleh polisi.

Saya tersakiti atas perbuatan kejam yang dilakukan oleh oknum, bagaimana kondisi keluarga saya untuk menerima kejadian ini. Jika air mata ini dapat menjawab rasa gunda gulana maka hanya langit dan bumi yang menjadi saksi atas kisah ini.

Lebih jauh MM mengatakan di sisi lain ada perbuatan yang kejih yang dilakukan sala satu palaku yang mengakui perbuatannya yang pernah memotong rompon milik MM.

Informasi yang beredar bahwa oknum yang melakukan aksi tak bermoral tersebut telah melenyapkan rompon milik Nalayan Desa Balauring Kecamatan Omesuri.

Dikisahkan, Nelayan yang ada di Desa Balauring semuanya memiliki hutang di Bank karena untuk menopang hidup dan harus berjuang keras. Namun faktanya semua rompon yang ada hilang atau di potong oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Anak kandung saya kredit uang di Bank 50 juta untuk beli 7 rompon dan baru berjalan sekitar 2 bulan, ternyata raib di tangan pelaku yang tak bermoral itu, " kata MM penuh kesal.

Saya berharap, dalam dugaan, pelaku yang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk melakukan tindakan kejahatan itu harus di penjarakan oleh pihak yang berwajib.

"Kita minta polisi dapat ungkap tabir gelap yang selalu memutus mata rantai nasib kami para nelayan di Desa Balauring, kemerdekaan dan hak hidup dalam menghidupi keluarga menjadi suram, lalu bagaimana, biaya pendidikan anak anak kami kedepannya," imbuhnya penuh harap.

Untuk diketahui, aksi gelap itu sering terjadi jika nelayan yang memiliki tangkapan bagus pasti akan dilenyapkan rompong miliknya.

Ia mengakui, selain dirinya masih terlalu banyak korban yang mengalami nasib yang sama. Ini kerja biadap dan harus di bongkar secara terang benderang. ***(rg)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12