Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


RD Marianus Hali Wuwur : Tentang Panggilan, Waktu, dan Kepenuhan Makna Dalam filsafat hidup

Oleh: Bedos Making

Indonesiasurya
Senin, 26 Januari 2026 | 07:35:13 WIB
Foto

Manusia kerap merencanakan masa depan seolah waktu adalah miliknya. Namun realitas selalu mengingatkan bahwa hidup bukan terutama soal panjangnya perjalanan, melainkan kedalaman makna yang dihayati di setiap langkah. Di titik inilah kisah RD Marno Wuwur PR berbicara dengan suara yang hening namun menggugah.

Tahun 2025 menjadi penanda sejarah panggilan hidupnya. Ia ditahbiskan menjadi imam—sebuah momen di mana kehendak pribadi dan kehendak Ilahi bertemu dalam satu “ya” yang total. Tahbisan bukan sekadar peristiwa liturgis, melainkan keputusan eksistensial: menyerahkan diri sepenuhnya bagi Allah dan sesama. “Dirinya telah memilih cara berada (modus essendi) yang tidak berpusat pada diri, melainkan pada pengabdian.


Namun waktu, yang sering kita anggap linier dan dapat diprediksi, menunjukkan wajah misterinya. Pada Minggu, 25 Januari 2026, RD Marno Wuwur PR berpulang menghadap Allah. Secara manusiawi, jarak antara tahbisan dan wafat terasa terlalu singkat. Akan tetapi, filsafat mengajak kita melihat bahwa makna hidup tidak diukur oleh durasi, melainkan oleh intensitas kesetiaan pada panggilan.


Ia mengingatkan kita pada pemikiran bahwa hidup adalah “tugas” sebelum menjadi “kepemilikan”. Panggilan imamat yang ia terima dan jalani, meski dalam waktu yang singkat, telah mencapai kepenuhannya karena dijalani dengan totalitas. Dalam terang iman, hidupnya menyerupai lilin yang menyala terang—bukan karena lamanya terbakar, tetapi karena ia memberikan seluruh dirinya sebagai terang bagi sekitarnya.


Kepergian RD Marno Wuwur PR juga menyingkap kebenaran filosofis yang mendalam: manusia tidak pernah benar-benar selesai “menjadi”. Dalam wafat, ia tidak berhenti, melainkan melampaui. Jika hidup di dunia adalah proses menuju makna, maka berpulang kepada Allah adalah kepenuhan makna itu sendiri—kembali kepada Sumber dari segala panggilan.

Maka, kisahnya bukanlah kisah tentang kehilangan semata, melainkan tentang pemenuhan. Ia telah menjalani apa yang dipercayakan kepadanya. Dalam diam dan singkatnya waktu, hidup RD Marno Wuwur PR menjadi sebuah kesaksian bahwa ketika seseorang hidup seturut kehendak Allah, maka tidak ada hidup yang terlalu singkat, dan tidak ada kematian yang sia-sia. (BM)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Ramadan Penuh Harmoni, Keuskupan Agung Makassar Gelar Bukber Bersama Tokoh Lintas Agama

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Keuskupan Agung Makassar berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan ke

| Selasa, 10 Maret 2026
DPRD Setujui Perubahan OPD dari 38 ke 36: Tantangan 30% Belanja Pegawai Menanti

Menurut catatan DPRD, penggabungan perangkat daerah harus tetap memperhatikan intensitas urusan dan kapasitas pelayanan

| Senin, 09 Maret 2026
Warga Minta Dilakukan Evaluasi Kinerja, Jelang Akhir Masa Jabatan, Kades Siru Kecamatan Lembor,

Jangan sampai masa jabatan berakhir tanpa meninggalkan solusi bagi persoalan mendasar yang selama ini dikeluhkan masyara

| Senin, 09 Maret 2026
Surat Keputusan Gubernur NTT Tidak Berlaku, Bupati Ngada Tetap Lantik Yohanes C. Watu Ngebu Jadi Sekda

Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat Ngada agar menghormati proses tata kelola pemerintahan yang sedang dijalankan ole

| Minggu, 08 Maret 2026
2.870 Peserta Ikuti Tes Akademik Seleksi Masuk Yayasan TB Soposurung SMAN 2 Balige

Setelah pelaksanaan tes ini, akan dilanjutkan dengan seleksi tahap II yang di mulai dari Psikotes, Tes Kesamaptaan, Kese

| Sabtu, 07 Maret 2026
ANGGOTA KORAMIL 1624-02/ADONARA BANTU EVAKUASI KORBAN KONFLIK ADONARA

Tidak ada korban jiwa namun, sejumlah warga yang terluka dengan cepat dievakuasi anggota Koramil 1624/02 Adonara ke temp

| Sabtu, 07 Maret 2026
Gandeng Raja Larantuka, Dandim 1624/Flotim Mediasi Konflik Adonara

Langkah Dandim dalam upaya meminimalisir agar konflik tidak melebar dan dengan sentuhan humanis, Dandim Erly Merlian, m

| Sabtu, 07 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7