LEWOLEBA — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata membuka secara resmi Lomba Menceritakan Cerita jenjang PAUD yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Lembata ke-27. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan anak-anak PAUD dari berbagai satuan pendidikan di seluruh wilayah Lembata.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bunda PAUD Kabupaten Lembata, para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
FONDASI PEMBANGUNAN DIMULAI SEJAK USIA DINI
"Peringatan HUT Kabupaten Lembata ke-27 bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga momentum meneguhkan komitmen membangun Lembata yang semakin maju, mandiri, berbudaya, dan berkualitas. Dan fondasi terkuatnya adalah pendidikan — yang dimulai sejak usia dini," ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa lomba bercerita bukan sekadar perlombaan biasa. Melalui bercerita, anak belajar mendengarkan, memahami pesan, mengenal kosakata, mengembangkan imajinasi, dan berani menyampaikan gagasan. Anak juga belajar nilai-nilai kehidupan: kejujuran, persahabatan, kasih sayang, tanggung jawab, gotong royong, serta cinta lingkungan dan budaya daerah.
LITERASI SEJAK DINI DAN KEARIFAN LOKAL
"Literasi tidak hanya berarti bisa membaca dan menulis. Literasi usia dini adalah proses membangun kemampuan menyimak, berbicara, memahami informasi, mengungkapkan pikiran, dan menikmati cerita sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan," tegasnya.
Kepada para guru, ia berpesan agar terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. "Kembangkanlah cerita-cerita yang bersumber dari budaya, sejarah, dan kearifan lokal Lembata. Sehingga anak-anak kita tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga mengenal dan mencintai identitas daerahnya sendiri."
MASA DEPAN LEMBATA ADA DI TANGAN MEREKA
"Anak-anak yang hari ini tampil mungkin masih kecil. Namun di tangan merekalah masa depan Kabupaten Lembata akan dilanjutkan. Jangan hanya bertanya apa yang daerah berikan kepada mereka, tetapi tanyalah: apa yang kita lakukan hari ini agar anak-anak Lembata tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, percaya diri, dan mencintai tanah kelahirannya?"
Kepada para peserta, ia berpesan: tampilkan kemampuan terbaik, nikmati prosesnya, dan jangan jadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Yang terpenting adalah keberanian tampil, kebahagiaan belajar, dan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar Lembata.
"Mari kita tanamkan sejak dini: Lembata adalah rumah kita. Tempat kita tumbuh, belajar, bermimpi, dan kelak membangun daerah tercinta ini bersama-sama."
Laporan: Redaksi Indonesia Surya | Sumber: indonesiasurya.com — "Ungkap Realita Sosial" Lewoleba, 1 Oktober 2026