LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM — Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata menggelar bimbingan teknis penerapan pembelajaran STEM bagi para guru PAUD se‑kabupaten pada Kamis (29-30/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Nancy dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung untuk berbagi cara menyusun pembelajaran sains yang menyenangkan untuk anak usia dini.
Kepala Dinas Pendidikan Lembata, Wensalus Ose, menyatakan usia dini adalah masa emas pertumbuhan anak di sisi kognitif, bahasa, sosial‑emosional, fisik‑motorik, dan kreativitas. Pembelajaran untuk anak tidak boleh dipaksakan, melainkan harus dikemas melalui kegiatan bermain yang sesuai tahap perkembangan mereka.
“STEM untuk PAUD bukan membuat anak belajar seperti siswa sekolah menengah. Intinya adalah mengajak mereka mengamati, bertanya, mencoba, bereksperimen, dan memecahkan masalah lewat permainan sehari‑hari,” jelas Wensalus.
Sementara itu, Dr. Nancy dalam pemaparannya menekankan bahwa pembentukan karakter dan sikap ingin tahu menjadi fondasi utama pembelajaran STEM di jenjang PAUD. Menurutnya, guru berperan penting sebagai fasilitator yang membuka ruang eksplorasi bagi anak, bukan hanya menyampaikan materi pelajaran.
“Kita tidak perlu peralatan canggih untuk membangun semangat sains pada anak. Cukup gunakan apa yang ada di sekitar mereka, sambil menanamkan nilai‑nilai baik seperti rasa hormat terhadap alam, gotong royong, dan keberanian untuk mencoba hal baru,” ujar Dr. Nancy.
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Lembata yang telah membuka ruang bagi para guru untuk meningkatkan keterampilan menyusun pembelajaran berbasis alam dan budaya lokal.
Kepala dinas menambahkan bahwa guru tidak perlu menyediakan peralatan mahal untuk menerapkan konsep ini. Kekayaan alam sekitar seperti batu, pasir, air, daun, dan biji‑bijian bisa dijadikan media belajar, asalkan tetap memperhatikan keamanan anak. Dalam pembelajaran ini, guru bertugas memancing rasa ingin tahu anak, bukan hanya penyampai informasi.
Pihak dinas berharap setelah mengikuti bimtek, para guru mampu membuat kegiatan bermain berbasis STEM yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada anak. Dengan demikian, generasi muda Lembata sejak kecil terbiasa berpikir kritis, berkreasi, dan membangun karakter yang baik untuk masa depan.
Wensalus juga mengucapkan terima kasih kepada tim narasumber dari Bandung yang telah berbagi wawasan, serta mengajak seluruh guru peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat di satuan PAUD masing‑masing.