Lembata - Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lembata hingga kini tidak memiliki kendaraan operasional karena mengalami kerusakan yang disebabkan karena kelalaian pengguna yang tidak mampu merawat, juga karena usia kendaraan.
Beberapa waktu lalu di pasar pada saat berdiskusi dengan kepala BPBD, ia mengakui bahwa kendaraan operasional dinas alami kerusakan.
Ada mobil tangki air, ada picup, ada dobel kabin semuanya rusak jelas Andris Koban kepala BPBD Lembata saat diskusi kala itu.
Andris juga menjelaskan, ada belasan juta uang yang juga sudah dikucurkan untuk perbaikan kendaraan tapi hingga saat ini belum juga keluar dari bengkel.
Bagi banyak kalangan, mestinya BPBD miliki kendaraan operasional yang siap pakai, jika tidak bagaimana mobilisasi masa ketika ada bencana atau situasi sulit?
Kalau ada anggaran yang dikeluarkan tapi kendaraan belum juga bisa beroperasi, orang bisa berpersepsi jangan-jangan uang untuk perbaiki kendaraan dipakai untuk hal lain?
Masyarakat berharap tidak ada korupsi di Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata karena, kendaraan operasional itu penting dan ideal dimanfaatkan untuk membantu masyarakat disaat-saat sulit. Namun jika semua kendaraan operasional bpbd Lembata rusak dan masih berada di bengkel bagaimana BPBD membantu masyarakat yang kesulitan air bersih?
Informasi dihimpun media ini, ada beberapa faktor yang mengakibatkan kendaraan operasional bpbd Lembata rusak dan dibiarkan.
Andris menjelaskan kalau mobil rancer dobel kabin sudah cukup lama berada di bengkel, dirinya telah kucurkan belasan juta uang kantor untuk perbaiki kendaraan tersebut namun, hingga kini mobil tersebut belum juga keluar dari bengkel.
BPBD Lembata miliki lima mobil, diantaranya dua buah picup, satu mobil tengki air, satu rancer dan satu panther dan hingga saat ini hanya satu yang berfungsi.
Kalau picup itu alami oli bocor, sementara rancer itu sekretris yang tahu pasti, apa kerusakan sementara roda dua semua ditarik agar siaga dikantor kapan digunakan siap di pakai.
Andris menjelaskan karena kami di bpbd ini tangani bencana jadi mesti siap siaga, tapi kalau staf duduk hanya minum, karoke bahkan judi mau bagaimana?
Mobil tangki air rusak di ilepae, Panther oli bocor, padahal itu kendaraan milik pusat yang dihibahkan tetapi hingga kini teman-teman yang diberikan peran untuk urusan hibah tidak gunakan peran mereka secara baik sehingga dokumen kendaraan juga belum jelas.
Masyarakat berharap tidak ada korupsi di BPBD Lembata.