LEWOLEBA — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi menugaskan empat tenaga dokter ke Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini sekaligus menjawab tuntutan dan harapan masyarakat yang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun terakhir terkait ketersediaan tenaga medis di daerah tersebut.
Penugasan ini dilakukan sambil menunggu pengisian posisi dokter di sejumlah wilayah secara bertahap. Di antaranya Puskesmas Hadakewa yang kosong karena, dokter sebelumnya lulus pendidikan spesialis, demikian juga di Puskesmas Balauring yang dokternya lanjutkan pendidikan spesialis.
Sementara dokter di puskesmas desa pada memasuki masa pensiun dini, serta Puskesmas Wulandoni yang dokternya sementara ditarik ke Lewoleba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Empat dokter yang dikirimkan terdiri dari dua dokter umum dan dua dokter gigi dengan penempatan sebagai berikut:
Dokter Umum — Puskesmas Autaqnapo dan Puskesmas Bean
Dokter Gigi — Puskesmas Balauring dan Puskesmas Weirian
Bupati Lembata menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian dan bantuan ini.
"Semoga kehadiran dokter-dokter baru ini dapat menjawab keluhan warga dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lembata," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Bernadus B. Punang, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mendengar dan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat Lembata.
"Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di puskesmas-puskesmas yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis yang layak," tambahnya.
Diharapkan dengan penambahan tenaga medis ini, cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lembata akan semakin membaik dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.