Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


“Bumi Rumah Bersama, Bukan Komoditas” Keuskupan Larantuka Resmi Tolak Proyek Geotermal di Flores Timur dan Lembata

Pernyataan sikap resmi ini disampaikan Mgr. Hans Monteiro dalam konferensi pers yang digelar di Istana Keuskupan Larantuka, Jumat (9/10/2026)

Indonesiasurya
Jumat, 09 Oktober 2026 | 18:19:37 WIB
Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

INDONESIASURYA.COM— Isu penolakan terhadap pengembangan energi panas bumi atau geotermal di wilayah Flores Timur dan Lembata semakin menguat. Berdiri bersama gelombang penolakan dari masyarakat akar rumput, Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, menyampaikan sikap tegas menolak kelanjutan proyek tersebut di wilayah Bumi Lamaholot.

Pernyataan sikap resmi ini disampaikan Mgr. Hans Monteiro dalam konferensi pers yang digelar di Istana Keuskupan Larantuka, Jumat (9/10/2026). Ia menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar warga maupun kelestarian alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Langkah ini diambil setelah Keuskupan Larantuka mencermati secara mendalam kekhawatiran dan penolakan yang disampaikan masyarakat di wilayah terdampak.

Suara Warga Harus Didengar, Bukan Diabaikan

Mgr. Hans Monteiro menyebutkan aspirasi tegas datang dari masyarakat adat Lewukluok, Blepanawa, dan Bama yang membentengi wilayah adat mereka dari garapan proyek geotermal. Penolakan serupa juga disampaikan umat di Paroki Lerek, Kalikasa, serta Wulandoni, wilayah Atadei, Kabupaten Lembata.

Bagi Keuskupan Larantuka, suara warga bukanlah penghambat pembangunan yang bisa disisihkan. Justru, suara mereka adalah fondasi moral, ekologis, dan sosial yang menentukan masa depan bersama.

Berlandaskan Ajaran Sosial Gereja

Pernyataan Uskup Larantuka ini berakar pada ajaran sosial Gereja, termasuk ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’ dan Laudate Deum. Dokumen-dokumen tersebut menegaskan bahwa krisis lingkungan dan keadilan sosial adalah dua hal yang tak terpisahkan.

"Tanah, air, dan hutan adalah anugerah Allah yang dititipkan untuk dijaga bersama. Alam bukan sekadar objek eksploitasi ekonomi demi target investasi semata," ujar Mgr. Hans Monteiro.

"Bumi Bukan Komoditas" — Tuntutan Utama Keuskupan

Dalam pernyataannya, Uskup Larantuka menggarisbawahi beberapa poin penting:

1. Menolak kelanjutan proyek geotermal selama keberatan warga belum diselesaikan secara adil
2. Menuntut kajian risiko ekologis dan sosial dilakukan ulang secara independen dan transparan
3. Menegaskan tanah dan ruang hidup di Bumi Lamaholot bukan komoditas dagang
4. Mendesak keterbukaan informasi terkait dampak geologis, air bersih, dan pertanian
5. Melarang intimidasi, kriminalisasi, serta pemecahbelahan masyarakat dalam proses konsultasi publik
6. Menyerukan moratorium seluruh kegiatan lapangan guna mencegah kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan

Transisi Energi Harus Berkeadilan

Mgr. Hans Monteiro menyadari pentingnya transisi energi nasional, namun mengingatkan: "Perubahan menuju energi baru tidak boleh membebani dan mengorbankan masyarakat kecil di sekitar lokasi. Transisi energi yang sejati harus berkeadilan sosial."

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Lamaholot — para imam, tokoh adat, kaum muda, dan perempuan — untuk bersatu menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak terprovokasi.

Keuskupan Larantuka menegaskan komitmen mendampingi warga melalui pendidikan ekologis, pendataan, dan dialog konstruktif. Langkah ini bukan untuk menentang pembangunan, melainkan menjaga martabat manusia dan kelestarian lingkungan yang menjadi hak seluruh umat.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

FORMASI KAWAL KESEPAKATAN RDP BBM BERSUBSIDI PINRANG: HAK RAKYAT HARUS DIJAGA

“Kami tidak ingin kesepakatan ini berhenti di ruang rapat. Satgas bersama seluruh unsur terkait harus mengawal pelaksa

| Kamis, 08 Oktober 2026
Gubernur NTT Tegaskan Potensi Rp70 Triliun di Lembata & Flotim Harus Kembali ke Masyarakat

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam amanat yang dibacakan Plt. Asisten II Bidang Pe

| Kamis, 08 Oktober 2026
Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas Harga

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Ade Hasan Yusuf, mengatakan kunjungan tersebut menja

| Rabu, 07 Oktober 2026
URC Polresta Gowa GERCEP! Geng Motor Bikin Resah Langsung Diamankan!

Gerak cepat personel URC menjadi sinyal tegas bahwa aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan d

| Selasa, 06 Oktober 2026
DPD II Partai Golkar Lembata Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Kecelakaan di Lebatukan

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata, Alexander D. Atawolo, menyampaikan belasungkawa mewakili seluruh jajaran d

| Selasa, 06 Oktober 2026
Truk Tanpa TNKB Tergelincir di Lerahingga, 5 Nyawa Melayang, 9 Orang Luka-Luka

Lima orang meninggal dunia di lokasi, diduga akibat benturan dan tertimbun material pasir. Sembilan orang lainnya mengal

| Selasa, 06 Oktober 2026
Duka Lembata: Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat dan Penuh Empati

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada

| Selasa, 06 Oktober 2026
Lembata Capai Swasembada Tomat, Dinas Pertanian Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian Lapangan

Ade Hasan Yusuf Penjabat (PLT) Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Lembata menjelaskan, keberhasilan tomat menjadi

| Selasa, 06 Oktober 2026
Jelang HUT ke-27, Pemkab Lembata Matangkan Rangkaian Program Strategis

Pemerintah daerah meminta setiap unsur yang terlibat menyiapkan materi serta informasi terkait kegiatan yang menjadi tan

| Selasa, 06 Oktober 2026
Tetaplah Menjadi Pelindung Rakyat, Pesan Bupati Lembata di HUT ke-81 TNI

Bupati menyampaikan apresiasi atas 81 tahun pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Menurutnya, kekua

| Senin, 05 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 14