LEWOLEBA- Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menghadiri penutupan Pertemuan Tahunan Legio Maria tingkat komisium dekenat yang berlangsung di Aula Paroki Kristus Raja Wangatoa, Minggu (15/3).
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dan dihadiri Romo Deken Lembata, Philipus Sinyo Da Gomez, Sekretaris Keuskupan Larantuka, pastor paroki, tokoh agama, serta pengurus dan anggota Legio Maria dari berbagai paroki di Kabupaten Lembata.
Dalam sambutannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini tengah menjalankan program prioritas unggulan Nelayan Tani Ternak (NTT) sebagai strategi pembangunan daerah menuju Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing.
Namun ia mengakui tidak semua rencana pembangunan dapat berjalan mulus karena kondisi fiskal daerah yang terbatas, terutama setelah kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kondisi fiskal kita memang sangat terbatas. Karena itu saya berharap masyarakat memahami situasi ini dan tidak sepenuhnya berharap bantuan dari pemerintah,” kata Bupati Kanis di hadapan peserta pertemuan Legio Maria.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program Nelayan Tani Ternak sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, bukan semata pada dukungan anggaran pemerintah daerah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota Legio Maria yang dinilai konsisten menyelenggarakan kegiatan rohani dan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, pertemuan tahunan organisasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai forum evaluasi dan koordinasi, tetapi juga menjadi ruang memperdalam spiritualitas serta memperkuat komitmen pelayanan umat.
Lebih jauh, Bupati Kanis Tuaq menilai organisasi keagamaan seperti Legio Maria memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial.
Pemerintah daerah, kata Bupati Kanis, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan dukungan dalam membangun karakter masyarakat melalui nilai-nilai moral dan spiritual.
Ia pun mengajak seluruh anggota Legio Maria untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan dan memperkuat solidaritas sosial.
Menurut Bupati Kanis, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Lembata mengajak masyarakat menjadikan momentum Prapaskah dan Ramadan sebagai ruang memperkuat toleransi, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial.
“Mari kita jadikan masa ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun Lembata yang damai dan harmonis,” pungkasnya. (Prokompimkablembata)