Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


GUBERNUR JANGAN MELAKUKAN PEMBOHONGAN PUBLIK! PENAS XVII HANYA JADI AJANG PENCITRAAN DI ATAS DATA GAIB DAN SAWAH YANG TENGGELAM

GMNI menilai pernyataan Gubernur mengenai capaian bantuan bibit adalah bentuk manipulasi informasi yang mengklaim hak rutin petani sebagai hasil lobi seremonial.

Indonesiasurya
Minggu, 03 Mei 2026 | 12:46:00 WIB
Foto

GORONTALO, 2 Mei 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Gorontalo, Gunawan, membongkar kejanggalan klaim pemerintah terkait manfaat semu Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII.

GMNI menilai pernyataan Gubernur mengenai capaian bantuan bibit adalah bentuk manipulasi informasi yang mengklaim hak rutin petani sebagai hasil lobi seremonial.

Gubernur Jangan Melakukan Pembohongan Publik: Bibit Itu Hak Rutin, Bukan Hadiah PENAS!
Gunawan secara tegas menanggapi klaim Gubernur Gusnar mengenai bantuan bibit jagung sebesar 36.000 hektar.

Berdasarkan analisis data anggaran, bantuan tersebut adalah program reguler Kementerian Pertanian RI dalam rangka menjaga stok pangan nasional, mengingat Gorontalo adalah lumbung jagung Indonesia.

"Gubernur jangan membohongi rakyat dengan mengklaim hak rutin sebagai berkah PENAS. Tanpa ada PENAS pun, petani Gorontalo tetap akan menerima bantuan bibit tersebut karena sudah terplot dalam DIPA rutin Kementan setiap tahunnya. Mengaitkan bantuan rutin ini sebagai 'manfaat khusus PENAS' adalah bentuk penyesatan logika birokrasi demi kepentingan pencitraan politik semata!" tegas Gunawan.

Bedah Data Gaib: Di Mana Logistik 40 Kontainer Benih?
GMNI menantang pemerintah untuk menunjukkan transparansi distribusi fisik bantuan yang diklaim tersebut. Gunawan memaparkan hitungan teknis yang menunjukkan adanya ketidaksinkronan data yang nyata.

"Mari bicara data. Bantuan untuk 36.000 hektar itu membutuhkan sedikitnya 540 TON benih. Secara logistik, ini setara dengan mobilisasi 40 truk kontainer besar. Pertanyaannya: Siapa yang menerima? Di mana gudang penyimpanannya? Dan kapan disalurkan? Jika hingga hari ini aktivitas logistik sebesar itu tidak terlihat di lapangan, maka besar dugaan kami bahwa 36.000 hektar itu hanyalah 'Angka Gaib' di atas kertas untuk meredam kritik publik atas ketidaksiapan daerah menghadapi PENAS," lanjut Gunawan.

Pencitraan di Atas Lahan yang Hancur Lebur
GMNI mengingatkan Gubernur bahwa kondisi nyata di lokasi pelaksanaan saat ini justru sedang tidak baik-baik saja dan berbanding terbalik dengan narasi kesuksesan yang dibangun.

"Sangat miris melihat Gubernur bicara manfaat besar, sementara di lapangan padi dan jagung petani saat ini sedang hancur-hancuran terendam banjir. Padi itu punya masa tanam yang lama, tidak bisa disulap tumbuh dalam semalam demi menyenangkan tamu negara. Kegagalan mitigasi bencana di area PENAS membuktikan bahwa pemerintah lebih sibuk memoles panggung daripada mengurus drainase sawah rakyat yang kini tenggelam dan membusuk!"

Tuntutan Tegas DPC GMNI Kabupaten Gorontalo:

Transparansi Distribusi Benih: Menuntut Pemerintah Provinsi membuka data By Name By Address serta bukti logistik pengiriman 540 ton benih jagung untuk membuktikan klaim tersebut bukan fiktif.

Hentikan Manipulasi Opini: Mendesak Gubernur untuk jujur pada rakyat mengenai realitas distribusi bantuan tanpa harus bersembunyi di balik angka-angka program rutin pusat.

Tanggung Jawab atas Gagal Tanam: Meminta pemerintah memprioritaskan kompensasi bagi petani yang lahannya rusak akibat banjir di sekitar wilayah PENAS daripada menghamburkan anggaran untuk acara seremonial.

"Jika narasi pembohongan publik ini terus dipelihara, GMNI Kabupaten Gorontalo akan memastikan bahwa panggung PENAS nanti akan menjadi saksi perlawanan rakyat atas janji-janji palsu pemerintah daerah!" tutup Gunawan dengan tegas.

MERDEKA! GMNI JAYA! MARHAEN MENANG!


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

PLN UID Sulselrabar Disorot! AMPERA Pertanyakan Nasib Hak Pelanggan di Tengah Pemadaman Bergilir

AMPERA menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai pembahasan di ruang rapat. Di tengah pemadaman yang

| Sabtu, 19 September 2026
Festival Sastra Kepulauan IX, Panggung Kebudayaan yang Menyatukan Beragam Suara

Pembukaan festival dilakukan Wahida, S.S., M.A., yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machs

| Sabtu, 19 September 2026
Kejar Batas Pendaftaran 30 September, PWI Sulsel Geber Persiapan Atlet Porwanas XV

Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, mengungkapkan bahwa pergerakan sejak awal sangat krusial agar persiapa

| Sabtu, 19 September 2026
Lembata Dapat Rp20 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Dinas Minta Laporan Fisik

Program yang mencakup 62 sekolah tersebut, telah berjalan di 46 sekolah yang tersebar di sembilan kecamatan, bahkan prog

| Jumat, 18 September 2026
Kajari Luwu Timur Tegaskan Tak Akan Mundur Usut Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Vale

Berthy memastikan proses hukum kedua perkara tersebut terus berjalan dan penyidik tidak akan menghentikan langkah sebelu

| Jumat, 18 September 2026
Guru SD di Lembata Belajar Mendekatkan Matematika dengan Dunia Anak Melalui Model GEMBIRA

Workshop diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang aktif, menyenangkan,

| Kamis, 17 September 2026
Kombes Pol Safi'i Nafsikin Pimpin Pengungkapan 6 Kasus, Senpi Rakitan dan 7 Peluru Diamankan

Polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dan tujuh butir peluru kaliber 5,56 mm dari tersangka Mu

| Rabu, 16 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 2