Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Di Tengah Gelombang Penolakan, Pemda Lembata Tetap Gelar Sosialisasi Pengadaan Lahan Proyek Geotermal

Pelaksanaan sosialisasi ini berlangsung di tengah penolakan yang menguat dari masyarakat adat di Atadei.

Indonesiasurya
Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:16:25 WIB
Ilustrasi

INDONESIASURYA.COM — Langkah Pemerintah Kabupaten Lembata melanjutkan persiapan pengadaan tanah untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei FTP-2 (2×5 MW) menuai sorotan tajam. Di saat masyarakat adat dan tokoh agama secara tegas menolak kehadiran proyek ini, Tim Persiapan Pengadaan Tanah justru menjadwalkan kegiatan sosialisasi di dua desa terdampak.

Sosialisasi Tetap Dijalankan yang dijadwalkan pada tanggal, 14–15 Oktober 2026.

Berdasarkan surat bernomor 11/PLTP-ATD/X/2026 tertanggal 8 Oktober 2026, kegiatan sosialisasi tetap dilaksanakan sesuai rencana:

- Rabu, 14 Oktober 2026 — Kantor Desa Atakore, pukul 09.30 WITA

- Kamis, 15 Oktober 2026 — Kantor Desa Nubahaeraka, pukul 09.30 WITA

Undangan disampaikan kepada WALHI NTT, JPIC, serta LSM dan paguyuban lokal untuk berdialog dengan Tim Ahli dari PLN UIP Nusra. Surat ditandatangani Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah, Apolonaris Mayan, S.Pd., dan ditembuskan kepada Bupati serta Wakil Bupati Lembata.

Berjalan di Atas Ketidaksetujuan Publik

Pelaksanaan sosialisasi ini berlangsung di tengah penolakan yang menguat dari masyarakat adat di Atadei. Keuskupan Larantuka pun telah secara resmi menolak kelanjutan proyek tersebut dan menyerukan moratorium seluruh kegiatan lapangan.

Kritik yang mengemuka: sosialisasi terkesan dipaksakan dan berjalan satu arah, di mana keputusan utama terkait proyek tampaknya sudah diambil sebelum aspirasi warga didengar dan dipenuhi. Proses konsultasi publik pun dikhawatirkan hanya menjadi formalitas belaka, bukan ruang dialog yang sejajar.

Pertanyaan Mendesak yang Belum Terjawab

Warga dan elemen masyarakat mempertanyakan:

- Mengapa proses pengadaan lahan tetap didorong padahal keberatan warga belum diselesaikan?

- Di mana hasil kajian lingkungan dan sosial yang independen dan transparan?

- Apakah informasi mengenai dampak geologis, sumber air bersih, dan lahan pertanian sudah terbuka dan dapat diakses warga?

- Bagaimana jaminan keamanan bagi warga yang menyuarakan penolakan?

Saat ini, masyarakat menanti apakah sosialisasi yang akan berlangsung benar-benar mendengarkan aspirasi warga, atau sekadar langkah administratif untuk mempercepat proses pengadaan tanah di tengah ketidaksetujuan yang masih lebar terbuka.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

FORMASI KAWAL KESEPAKATAN RDP BBM BERSUBSIDI PINRANG: HAK RAKYAT HARUS DIJAGA

“Kami tidak ingin kesepakatan ini berhenti di ruang rapat. Satgas bersama seluruh unsur terkait harus mengawal pelaksa

| Kamis, 08 Oktober 2026
Gubernur NTT Tegaskan Potensi Rp70 Triliun di Lembata & Flotim Harus Kembali ke Masyarakat

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam amanat yang dibacakan Plt. Asisten II Bidang Pe

| Kamis, 08 Oktober 2026
Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas Harga

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Ade Hasan Yusuf, mengatakan kunjungan tersebut menja

| Rabu, 07 Oktober 2026
URC Polresta Gowa GERCEP! Geng Motor Bikin Resah Langsung Diamankan!

Gerak cepat personel URC menjadi sinyal tegas bahwa aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan d

| Selasa, 06 Oktober 2026
DPD II Partai Golkar Lembata Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Kecelakaan di Lebatukan

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata, Alexander D. Atawolo, menyampaikan belasungkawa mewakili seluruh jajaran d

| Selasa, 06 Oktober 2026
Truk Tanpa TNKB Tergelincir di Lerahingga, 5 Nyawa Melayang, 9 Orang Luka-Luka

Lima orang meninggal dunia di lokasi, diduga akibat benturan dan tertimbun material pasir. Sembilan orang lainnya mengal

| Selasa, 06 Oktober 2026
Duka Lembata: Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat dan Penuh Empati

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada

| Selasa, 06 Oktober 2026
Lembata Capai Swasembada Tomat, Dinas Pertanian Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian Lapangan

Ade Hasan Yusuf Penjabat (PLT) Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Lembata menjelaskan, keberhasilan tomat menjadi

| Selasa, 06 Oktober 2026
Jelang HUT ke-27, Pemkab Lembata Matangkan Rangkaian Program Strategis

Pemerintah daerah meminta setiap unsur yang terlibat menyiapkan materi serta informasi terkait kegiatan yang menjadi tan

| Selasa, 06 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3