Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


BPS Catat Pengangguran Lembata 1,37 Persen, Terendah Ketiga di NTT

Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di NTT, Manggarai Timur mencatat TPT terendah sebesar 1,24 persen. Posisi berikutnya ditempati Nagekeo dengan 1,31 persen, kemudian Lembata 1,37 persen dan Manggarai 1,56 persen. Sumba Barat Daya berada pada posisi berikutnya dengan 1,70 persen.

Indonesiasurya
Senin, 02 November 2026 | 11:42:21 WIB
Foto

LEWOLEBA,  — Kabupaten Lembata mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 1,37 persen pada 2025. Angka ini menempatkan Lembata sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terbuka terendah ketiga di Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah Kabupaten Manggarai Timur dan Nagekeo.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Lembata berada jauh di bawah rata-rata NTT yang tercatat sebesar 3,31 persen. Secara nasional, TPT Indonesia pada 2025 mencapai 4,85 persen, turun dibandingkan 2024 yang sebesar 4,91 persen.


Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di NTT, Manggarai Timur mencatat TPT terendah sebesar 1,24 persen. Posisi berikutnya ditempati Nagekeo dengan 1,31 persen, kemudian Lembata 1,37 persen dan Manggarai 1,56 persen. Sumba Barat Daya berada pada posisi berikutnya dengan 1,70 persen.


Sejumlah daerah lain mencatat angka pengangguran terbuka di atas Lembata. Malaka berada pada 2,07 persen, Alor 2,08 persen, Rote Ndao 2,18 persen, Sumba Tengah 2,49 persen, dan Timor Tengah Utara 2,54 persen.


Sebaliknya, Kota Kupang mencatat TPT tertinggi di NTT, yakni 8,61 persen. Kabupaten Flores Timur menyusul dengan 6,36 persen, sedangkan Kabupaten Belu mencapai 5,20 persen.


Tingkat Pengangguran Terbuka merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur persentase pengangguran terhadap total angkatan kerja. Indikator ini memberikan gambaran mengenai kondisi pasar kerja sekaligus kemampuan perekonomian suatu daerah dalam menyediakan kesempatan kerja bagi penduduk usia kerja.


BPS mengategorikan pengangguran sebagai penduduk yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan, maupun mereka yang telah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.


Capaian Lembata tersebut menjadi salah satu indikator dalam membaca perkembangan ketenagakerjaan daerah. Namun, rendahnya TPT tidak serta-merta menggambarkan seluruh kondisi kesejahteraan pekerja. Kualitas pekerjaan, tingkat pendapatan, produktivitas, kepastian kerja, serta kesesuaian pekerjaan dengan keterampilan masyarakat tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.


Bagi Kabupaten Lembata, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan tingkat pengangguran terbuka yang rendah, tetapi juga memperluas kesempatan kerja produktif dan meningkatkan pendapatan masyarakat.


Penguatan sektor unggulan daerah, terutama pertanian, perikanan, peternakan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pengembangan investasi berbasis potensi lokal, menjadi bagian penting dalam memperluas lapangan kerja.


Dengan demikian, angka TPT 1,37 persen tidak semestinya hanya dibaca sebagai capaian statistik. Angka tersebut perlu menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk memastikan semakin banyak masyarakat Lembata memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Pelajar SMP di Lewoleba Meninggal Dunia diduga gantung diri, Polisi Lakukan Pemeriksaan Awal

Pihak berwenang menyatakan bahwa laporan lengkap beserta hasil pemeriksaan medis dan penyebab pasti kematian akan disamp

| Selasa, 03 November 2026
Diduga Persebata Lembata Disabotase Menjelang ETMC Flotim

“Kalau Dinas ingin ikut dalam manajemen, cukup di posisi Ketua Tim saja. Untuk komposisi official dan pemain, itu rana

| Senin, 02 November 2026
Marlin Liarian Hadir Menginspirasi Di Tengah Deru Mesin Kontes Motor Lembata

Bagi Marlin, kehadiran di kontes ini bukan sekadar memamerkan kendaraan, melainkan kebanggaan tersendiri bisa bergabung

| Senin, 02 November 2026
Outlet Naga Mas Desak Penegakan Aturan Adil di Tengah Melimpahnya Pasokan Elpiji Lembata

Dulu kami ditegur dan diberi sanksi karena jual tanpa izin, lalu kami patuh mengurus izin. Sekarang kami minta keadilan:

| Sabtu, 31 Oktober 2026
Polemik Pengangkatan Kaur Perencanaan Desa Tanarawa, Forum Rakyat Murka Desak Penyelidikan Transparan

“Junjung aturan, hormati hasil seleksi, dan jangan abaikan suara publik!” tegas koordinator Forum Rakyat Murka Stefa

| Jumat, 30 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3