Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gebyar Aman Calistung, Cara Patungan Pancarkan Cahaya Anak

Kegiatan tersebut dirancang sebagai gerakan sederhana untuk memprovokasi dan membiasakan anak-anak sejak dini agar akrab dengan buku serta tekun belajar membaca, menulis, dan berhitung

Indonesiasurya
Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:57:24 WIB
Foto

Lewoleba - Penerbit Lembata G-Tukan Media Kupang menggelar Gebyar Aman Calistung (Anakku Mantap Baca, Tulis, Hitung) di pelataran SDK Santo Don Bosco Lewoleba, Kabupaten Lembata, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Perkuat Fondasi Dasar Pendidikan Anak Menuju Anak Lembata Cerdas Gemilang” itu digelar dalam semangat menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gebyar Aman Calistung merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh Gerardus Diri Tukan (Gerady Tukan) sejak 2014. Kegiatan tersebut dirancang sebagai gerakan sederhana untuk memprovokasi dan membiasakan anak-anak sejak dini agar akrab dengan buku serta tekun belajar membaca, menulis, dan berhitung.

Untuk edisi tahun 2026 di Kabupaten Lembata, Gebyar Aman Calistung dimulai dari Kota Lewoleba, pada Minggu 09 Agustus 2026. Sebanyak 24 anak kelas 1 SD dari sejumlah sekolah di wilayah Lewoleba dan sekitarnya mengikuti kegiatan gebyar ini.

Peserta berasal dari SDN Udak, SDK St Tarsisius (SDK 1 Lewoleba), SD Inpres 1 Lewoleba, SDN Pada, SDK St Don Bosco, SD Inpres Merdeka, SDN Wangatoa, SDN Lamahora, dan SDK II Lewoleba.

Belajar dari Buku Sebelum Bertanding
Salah satu ciri khas kegiatan ini adalah setiap peserta terlebih dahulu memperoleh buku “Ayo Kita Belajar”, karya Gerady Tukan.

Buku tersebut disusun sebagai panduan belajar dasar bagi anak TK/PAUD dan kelas 1 SD untuk mengenal dan menulis huruf, angka, kata, melengkapi tabel angka, berhitung sederhana, serta mewarnai gambar.

Buku itu sekaligus menjadi bahan latihan anak sebelum mengikuti Gebyar Aman Calistung. Materi yang diujikan dalam kegiatan diambil dari isi buku tersebut sehingga peserta memiliki kesempatan untuk berlatih terlebih dahulu di rumah dengan pendampingan orang tua, kakak, atau guru.

Gerady Tukan mengatakan, penggunaan buku sebelum kegiatan bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi merupakan bagian dari strategi pendidikan yang sengaja dirancang untuk membangun kedekatan anak dengan buku.

“Itu satu tindakan sengaja yang dilakukan untuk mengakrabkan anak dengan buku sejak dini, dan anak pun dilatih untuk siap diri sebelum mengikuti suatu kegiatan,” ujar Gerady dalam pembukaan kegiatan.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 20.000. Dengan biaya tersebut, anak memperoleh buku Ayo Kita Belajar sekaligus mengikuti seluruh rangkaian Gebyar Aman Calistung.

Anak Dilatih Berani dan Mandiri
Kegiatan berlangsung secara bertahap. Pada tahap pertama, seluruh anak diajak tampil bersama di arena kegiatan untuk bernyanyi sambil bergerak. Aktivitas tersebut bertujuan mencairkan suasana, membangun keberanian, dan membuat anak-anak dapat berbaur dengan peserta lainnya. Tahap berikutnya, setiap anak dipanggil maju ke depan tanpa didampingi orang tua atau guru. Mereka diminta memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, dan asal sekolah.

Menurut penyelenggara, sesi tersebut bukan sekadar perkenalan, namun anak dilatih dan diberikan kesempatan untuk berani tampil di depan umum, mandiri, berbicara secara lisan, serta menyampaikan informasi secara sistematis dan terstruktur.
Setelah itu, anak-anak mengambil sendiri perlengkapan yang diperlukan, berupa pensil, karet penghapus, dan papan alas tulis atau meja lipat.

Mereka kemudian kembali ke arena dan berdiri berbaris. Kegiatan sederhana tersebut dimaksudkan untuk membiasakan anak mengetahui dan mempersiapkan sendiri sarana yang dibutuhkan ketika mengikuti suatu kegiatan.
Pada tahap inti, peserta duduk berbaris di lantai. Panitia kemudian membagikan selembar kertas yang berisi cuplikan materi dari buku Ayo Kita Belajar. Sebanyak 24 peserta mengerjakan soal secara serempak dalam waktu maksimal 30 menit. Anak yang telah menyelesaikan pekerjaannya dipersilakan mengacungkan tangan. Panitia kemudian mencatat waktu tempuh masing-masing peserta.

Selain menguji kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, sesi ini juga menjadi sarana melatih kemandirian, konsentrasi, keseriusan, dan daya juang anak dalam menghadapi tantangan. Anak-anak harus menyelesaikan tugas secara mandiri dalam waktu yang telah ditentukan, sementara orang tua dan guru menyaksikan dari sekitar arena kegiatan.

“Kita Semua Patungan untuk Anak”
Sebelum mengumumkan hasil pekerjaan peserta, mengembalikan lembar kerja, dan membagikan hadiah hiburan kepada seluruh anak, pimpinan Penerbit Lembata G-Tukan Media, Gerady Tukan, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan guru yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Gerady, Gebyar Aman Calistung dapat terlaksana karena adanya semangat gotong royong dan patungan dari orang tua maupun sekolah.

“Kegiatan ini dapat kita laksanakan, dapat kita himpun anak-anak di sini untuk bersama mengalami satu pengalaman belajar yang lain, karena berkat dukungan dan patungan dari orang tua atau sekolah,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan sederhana seperti itu tidak harus selalu menunggu adanya bantuan dari pihak lain, sponsor  atau dana proyek.

“Tidak mungkin satu orang tua punya uang dua puluh ribu, lalu sendiri membuat acara begini dan mengundang serta menghadirkan kami semua untuk menonton anaknya memperlihatkan diri dan kebolehannya. Itu tidak mungkin,” ujarnya.

Menurut Gerady, kekuatan kegiatan justru terletak pada semangat kebersamaan. “Kita semua patungan dua puluh ribu rupiah, dan dengan dana patungan itu maka anak-anak bisa dapat buku untuk belajar siap di rumah, lalu mereka dibawa datang bersama di sini dan kita fasilitasi mereka untuk memancarkan cahayanya, dan kita saksikan bersama,” kata Gerady.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai menumbuhkan budaya berswadaya dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pendidikan bagi anak.

Gerady berharap masyarakat tidak terlalu bergantung pada program atau kegiatan yang sepenuhnya dibiayai pihak lain.

Ketika tidak tersedia dana proyek, menurut dia, masyarakat tetap dapat menggalang kekuatan sendiri untuk menciptakan kegiatan sederhana yang memberikan pengalaman berarti bagi anak-anak.

Dorong Gerakan “Kakakku Guruku”
Dalam kesempatan tersebut, Gerady juga mengajak orang tua dan guru menjadikan pengalaman Gebyar Aman Calistung sebagai titik awal untuk memperkuat pendampingan belajar anak di rumah. Ia mendorong agar kakak-kakak dalam keluarga ikut membantu adik mereka belajar mengenal huruf, angka, kata, membaca, menulis, dan berhitung melalui buku Ayo Kita Belajar. Gagasan tersebut sedang dirintis oleh Penerbit Lembata G-Tukan Media melalui gerakan “Kakakku Guruku”.

Gerady menjelaskan, keterlibatan kakak dalam mendampingi adik belajar diharapkan dapat menjadi jembatan ketika orang tua menghadapi keterbatasan waktu dalam mendampingi anak.

“Jika kita orang tua yang dampingi dan suruh anak belajar tulis atau baca maka kita pasti cenderung paksa anak, ingin cepat karena kita mau lakukan kesibukan lain. Kondisi itu menyebabkan kita sering bentak anak, marah-marah dan bahkan mengganti nama anak dengan nama makhluk hidup yang lain,” katanya. Karena itu, menurut Gerady, diperlukan pendekatan pendampingan yang lebih ramah bagi anak.

“Oleh karena itu, satu jembatan yang harus kita ciptakan adalah dengan gerakan Kakakku Guruku,” lanjutnya.

Guru: Buku Sangat Membantu Anak Kelas Dasar
Apresiasi terhadap buku Ayo Kita Belajar juga disampaikan Theresia Bunga Werang, guru kelas 1 SDK Santo Don Bosco Lewoleba, di sela-sela kegiatan Gebyar.

Menurut Theresia, buku Ayo Kita Belajar sangat baik dan sesuai untuk membantu kami para guru kelas satu dalam  mendampingi anak-anak pada tahap awal pembelajaran.

Ia menilai materi dalam buku dapat membantu anak mengenal huruf, angka, kata, membaca, dan berhitung secara bertahap dari tingkat paling dasar.

“Buku Ayo Kita Belajar sangat bagus, cocok dan sangat membantu saya untuk mendampingi dan membimbing anak-anak kelas dasar agar dapat mahir huruf, angka, kata, membaca dan berhitung sejak dasar,” ungkap Theresia.

Dari Lewoleba untuk Anak Lembata
Gebyar Aman Calistung tahun 2026 menjadi langkah awal Penerbit Lembata G-Tukan Media untuk menghadirkan kegiatan serupa di Kabupaten Lembata. Gerady dan tim berharap pengalaman belajar yang diperoleh anak-anak dalam kegiatan tersebut dapat dibawa kembali ke sekolah dan lingkungan keluarga.

Ia juga mengajak para peserta menjadi pembawa kabar kepada teman-temannya agar semakin banyak anak yang tertarik membaca, menulis, berhitung, dan belajar menggunakan buku.

Penyelenggara membuka kemungkinan untuk kembali menggelar kegiatan serupa dengan melibatkan lebih banyak anak dari sekolah-sekolah lain. Bagi Penerbit Lembata G-Tukan Media, Gebyar Aman Calistung bukan semata-mata perlombaan. Kegiatan ini merupakan cara sederhana untuk membangun keberanian, kemandirian, konsentrasi, kecintaan terhadap buku, serta kemampuan dasar anak sejak kelas awal sekolah dasar.

Dari pelataran SDK Santo Don Bosco Lewoleba, semangat itu hendak ditumbuhkan melalui sebuah gagasan sederhana: anak-anak dapat memancarkan cahaya mereka ketika orang dewasa bersedia bersama-sama menyediakan ruang untuk belajar, berlatih, dan tampil. Dan untuk menghadirkan ruang itu, tidak selalu harus menunggu bantuan besar.

Dengan patungan kecil, masyarakat dapat menghadirkan pengalaman besar bagi anak-anak.
Prisilia Ene Gelalang, murid kelas 1 dari SD Inpres 1 Lewoleba menjadi anak yang pertama menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tempuh 14 menit***


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Pemkab Lembata Launching Rumah Potong Unggas, Dorong Hilirisasi Peternakan dan Ekonomi Kerakyatan

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat mata rantai produksi unggas, meningkatkan kualitas pengolahan hasil

| Minggu, 09 Agustus 2026
Polemik Bildad Thonak, KKJ NTT-AJI Kupang Dorong Dewan Pers Perkuat Pengawasan

KKJ NTT dan AJI Kupang menilai munculnya sejumlah pemberitaan yang dianggap tendensius, provokatif, dan tidak berimbang

| Minggu, 09 Agustus 2026
Makassar Bersiap! Pasukan Elite TNI AL Kopaska Siap Pamer Ketangkasan di Langit Kota

Pasukan elite TNI AL yang biasa beraksi dalam latihan taktis tingkat tinggi dan upacara nasional ini siap menembus awan

| Sabtu, 08 Agustus 2026
Weekend di Makassar Makin Seru! Kapal Perang, Fun Bike dan Atraksi Menanti di Kodaeral VI

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum, menjadi momentum untuk mempererat kedekatan antara TNI Angkatan Laut dengan mas

| Sabtu, 08 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6