LEWOLEMA, – Dalam rangka menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "Cyberbullying dan Kenakalan Remaja" di SMP Negeri 1 Lewolema pada Kamis (11/6).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ardianus Marto Rara Bahan, mahasiswa KKN Unwira Kupang, ini menyasar para siswa-siswi sebagai target utama. Sosialisasi ini dirancang sebagai langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif digitalisasi dan kenakalan remaja.
Membentuk Remaja Bijak dan Sadar Hukum
Tujuan utama dari kegiatan yang dibawakan oleh Ardianus ini adalah untuk membentuk karakter remaja yang sadar hukum, beretika, serta bijak dalam menggunakan teknologi. Selain itu, sosialisasi ini menekankan pentingnya membangun relasi sosial yang sehat dan harmonis di kalangan siswa, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Dalam paparannya, materi difokuskan pada, Edukasi Hukum & Etika : Memberikan pemahaman tentang batasan hukum dalam berinteraksi di dunia maya.
Pemanfaatan Teknologi : Mengajak siswa untuk lebih produktif dan bijak dalam menggunakan gawai (gadget).
Relasi Sehat: Menanamkan rasa saling menghargai demi terciptanya lingkungan sekolah yang suportif.
Siswa Sadar Dampak Mental, SMPN 1 Lewolema Bersih dari Kasus Bullying
Kegiatan ini membawa dampak yang sangat positif bagi para peserta. Setelah mendapatkan materi, siswa-siswi SMP Negeri 1 Lewolema kini menyadari sepenuhnya bahwa tindakan perundungan (*bullying*), terutama di media sosial, sangat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental seseorang.
Kabar Baik dari Lewolema:
Melalui momentum KKN ini, terungkap pula sebuah kabar baik bahwa hingga saat ini "belum ada satu pun kasus bullying" yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 1 Lewolema.
Sinergi Kampus dan Sekolah Demi Generasi Emas
Kehadiran mahasiswa KKN Unwira Kupang melalui aksi nyata Ardianus Marto Rara Bahan ini mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah. Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara berkelanjutan.
Dengan bekal edukasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi pelopor remaja yang beretika dan sehat secara sosial di era digital.