Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Banjir di Sumatra Menguji Keseriusan Kita Mengelola Lingkungan

Oleh: Michael N.T. Da’Lopez Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira

Indonesiasurya
Kamis, 11 Desember 2025 | 21:46:47 WIB
Ilustrasi

Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatra seolah menjadi pengingat keras bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan curah hujan tinggi, tetapi akumulasi dari persoalan lingkungan yang sudah lama diabaikan. Setiap tahun, berita tentang rumah terendam, warga mengungsi, hingga kerugian ekonomi yang tidak sedikit, terus berulang tanpa solusi yang benar-benar menyentuh akar masalah.

Sejatinya, Sumatra adalah pulau dengan kekayaan alam luar biasa hutan tropis, sungai besar, dan bentang alam yang semestinya mampu menahan air secara alami. Namun, kerusakan lingkungan yang terus terjadi menyebabkan fungsi-fungsi ekologis ini melemah. Pembukaan lahan tanpa kendali, alih fungsi hutan yang masif, serta pembangunan yang sering mengabaikan daya dukung lingkungan membuat tanah semakin tidak mampu menyerap air. Ketika hujan turun lebat, air tak lagi tertahan oleh hutan atau diserap secara wajar, tetapi langsung melimpas ke pemukiman penduduk.

Yang lebih memprihatinkan, penanganan banjir di Sumatra cenderung hanya bersifat reaktif. Pemerintah datang saat bencana terjadi menyalurkan bantuan, memindahkan korban, dan membersihkan puing namun langkah preventif yang sifatnya jangka panjang sering kali terabaikan. Padahal, masyarakat membutuhkan jaminan bahwa banjir tidak akan menjadi “langganan” tahunan yang merampas kenyamanan hidup mereka.

Banjir juga mengungkap lemahnya tata ruang. Banyak kawasan yang secara ekologis tidak layak menjadi permukiman, tetapi justru dipadati bangunan. Sungai-sungai yang dulunya lebar kini menyempit oleh sedimentasi dan bangunan liar di bantaran. Tanpa restorasi sungai dan penegakan hukum yang konsisten, kondisi ini hanya akan memperburuk risiko bencana.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mengambil bagian dalam mitigasi. Perilaku membuang sampah sembarangan, menutup drainase dengan bangunan, atau mengabaikan fungsi ruang terbuka hijau membuat situasi semakin kompleks. Banjir adalah fenomena sosial-ekologis yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

Kini saatnya Sumatra tidak lagi sekadar “bertahan” dari banjir, tetapi berbenah secara serius. Langkah-langkah seperti rehabilitasi hutan, revitalisasi daerah aliran sungai, penataan permukiman, hingga edukasi publik harus menjadi prioritas. Bukan hanya untuk mengurangi risiko banjir hari ini, tetapi untuk menjaga masa depan generasi berikutnya.

Jika bencana berulang setiap tahun, pertanyaannya bukan lagi mengapa banjir terjadi, tetapi mengapa kita terus mengulangi kesalahan yang sama? Banjir di Sumatra adalah cermin dari kebijakan yang lemah dan praktik pembangunan yang tidak berkelanjutan. Dan cermin itu sudah cukup lama memperlihatkan wajah sesungguhnya. Tinggal kita, berani berubah atau tidak.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Tiga Desa Raih Predikat Perpustakaan Desa Terbaik di Lomba HUT ke-27 Otonomi Lembata

TBM Papirus menerapkan layanan terbuka. Pengunjung bebas memilih buku yang ingin dibaca atau dipinjam, lalu menghubungi

| Kamis, 15 Oktober 2026
Serah Terima Kepala Kemenag Haji dan Umrah Lembata, Wabup Nasir: Sinergi Kunci Pelayanan Terbaik

Dalam sambutannya, Wabup Nasir menegaskan pergantian ini bukan sekadar serah terima tugas rutin, melainkan momentum memp

| Kamis, 15 Oktober 2026
BLKK Otomotif Ile Lewotolok Nusantara Resmi Beroperasi: Bebas Biaya, Tanpa Batas Usia

Poin paling istimewa, pelatihan ini gratis dan tanpa batasan usia. Siapa pun yang berminat, berapapun usianya, boleh me

| Kamis, 15 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7