Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


BBM Antri, Gas Menghilang dan Mahal. Gayanaji Komisi I DPRD Wajo Warga Nilai Cuma Pencitraan

Keluhan ini semakin besar karena sebelumnya Komisi 1 DPRD Wajo sempat turun langsung ke lapangan dengan rombongan dan kamera. Namun menurut warga, kegiatan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa. "Itu cuma gaya-gayaan saja. Datang, foto-foto, habis itu hilang

Indonesiasurya
Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:50:40 WIB
Ilustrasi

WAJO – Antrean panjang di SPBU di kota Sengkang dan hilangnya Gas LPG 3 kg dari pasaran menjadi pemandangan sehari-hari masyarakat Kabupaten Wajo saat ini. Ditambah harganya yang melambung, beban hidup warga di Bumi Lamaddukkelleng semakin berat dan langsung terasa hingga ke dapur rumah tangga dan pelaku UMKM. (15/08/2026).

Sejak beberapa minggu terakhir, warga harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Di sisi lain, Gas 3 kg menghilang dari pangkalan resmi dan kalaupun ada dijual di atas HET Rp35.000 oleh pengecer. "BBM antri, Gas susah dicari. Kalau ada harganya mahal Iye. Semua serba naik. Beras naik, sayur naik, ongkos juga naik. Yang kena imbasnya kami masyarakat kecil," ujar seorang warga Sengkang, Sabtu 15/8/2026.

Keluhan ini semakin besar karena sebelumnya Komisi 1 DPRD Wajo sempat turun langsung ke lapangan dengan rombongan dan kamera. Namun menurut warga, kegiatan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa. "Itu cuma gaya-gayaan saja. Datang, foto-foto, habis itu hilang. Antrean tetap panjang, gas tetap mahal dan langka. Tidak ada solusi nyata untuk kami," keluh warga Kecamatan Tempe.

Melihat kondisi ini, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Wajo mendesak pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk segera bertindak nyata. Diantaranya memperketat pengawasan distribusi Gas 3 kg agar tepat sasaran dan tidak ditimbun, menambah titik pangkalan resmi di desa-desa, memastikan subsidi BBM dan Gas benar-benar sampai ke masyarakat kurang mampu, serta membuka posko pengaduan. "Kami minta ada solusi yang bisa kita lihat bersama hasilnya. Jangan sampai turun ke lapangan hanya untuk gaya-gayaan dan pencitraan. Rakyat Wajo butuh bukti, bukan janji," tegas Bupati LIRA Wajo, Abrar Mattalioe

Di usia 81 tahun kemerdekaan RI, masyarakat berharap kemerdekaan juga berarti terbebas dari antrean BBM dan mahalnya Gas. Karena kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat bisa hidup tenang tanpa dibebani kebutuhan pokok.(Tim)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6