Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gelar Nobar Film Dokumenter tentang Kain Tenun Desa Bantala, cara Mahasiswa MBKM Unwira Kupang mengajak warga menjaga dan Melestarikan Budaya

Pemutaran film mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Bantala, Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa MBKM Unwira yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui karya film dokumenter.

Indonesiasurya
Senin, 27 Juli 2026 | 09:11:05 WIB
Foto bersama

Lewolema, Flores Timur– Mahasiswa MBKM KKN-T Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar pemutaran film dokumenter pendek berjudul 'Bukan Hanya Tentang Kain' sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus wujud pengabdian kepada masyarakat selama menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bantala. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Balai Desa Bantala.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Alfonsus Devid Mauandung, mahasiswa sekaligus produser film dokumenter tersebut. 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa film 'Bukan Hanya Tentang Kain' tidak sekadar mendokumentasikan proses menenun, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya yang terkandung di balik setiap motif kain tenun ikat Desa Bantala agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda.

Pemutaran film mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Bantala, khususnya para anggota Karang Taruna. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa MBKM Unwira yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui karya film dokumenter.

Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Mahasiswa mengajak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kesan setelah menyaksikan film tersebut. Empat orang perwakilan penonton menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah membuat dokumenter tentang salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Bantala. 

"Kami semua di sini merasa termotivasi dan diajak untuk terus melestarikan budaya kami di Desa Bantala, karena di setiap motif tenun terdapat cerita dan makna yang sangat berharga. Terima kasih kepada mahasiswa KKN Unwira yang telah mengangkat keunikan desa kami melalui film ini," ujar salah seorang warga yang hadir.

Kegiatan nonton bareng ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai jalan untuk membangkitkan kesadaran serta semangat generasi muda untuk terus melestarikan tradisi tenun ikat sekaligus dapat membuat karya dokumenter serupa.

Eko Tukan, perwakilan Karang Taruna Desa Bantala, berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi pemuda desa untuk menghasilkan karya dokumenter yang mengangkat potensi dan budaya daerah.

 "Dengan adanya film ini, saya berharap muda-mudi Desa Bantala dapat membuat film dokumenter seperti ini di masa mendatang agar budaya kita semakin dikenal," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa MBKM KKN-T Unwira Kupang berharap masyarakat Desa Bantala semakin terdorong untuk menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan keunikan budaya lokal, khususnya tenun ikat, sehingga dapat dikenal lebih luas serta menjadi warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Infulenza meningkat Dinas Kesehatan Lembata ambil langkah antisipasi

Meskipun aktivitas influenza nasional masih berada pada kategori rendah, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian semu

| Selasa, 22 September 2026
Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Bone Disorot, Nama Herman Disebut

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, solar subsidi yang digunakan untuk menunjang operasi

| Selasa, 22 September 2026
DPRD Lembata desak Dinas Pendidikan Segera Bereskan Sengketa SD Inpres Hama Hena Ileape.

Menurut FGL, warga Korban Bencana Tidak Boleh Dibebani Masalah Baru "Ingatlah, warga yang menempati lokasi ini adalah

| Senin, 21 September 2026
PLN UID Sulselrabar Disorot! AMPERA Pertanyakan Nasib Hak Pelanggan di Tengah Pemadaman Bergilir

AMPERA menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai pembahasan di ruang rapat. Di tengah pemadaman yang

| Sabtu, 19 September 2026
Festival Sastra Kepulauan IX, Panggung Kebudayaan yang Menyatukan Beragam Suara

Pembukaan festival dilakukan Wahida, S.S., M.A., yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machs

| Sabtu, 19 September 2026
Kejar Batas Pendaftaran 30 September, PWI Sulsel Geber Persiapan Atlet Porwanas XV

Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, mengungkapkan bahwa pergerakan sejak awal sangat krusial agar persiapa

| Sabtu, 19 September 2026
Lembata Dapat Rp20 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Dinas Minta Laporan Fisik

Program yang mencakup 62 sekolah tersebut, telah berjalan di 46 sekolah yang tersebar di sembilan kecamatan, bahkan prog

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9