Lewolema, Flores Timur– Mahasiswa MBKM KKN-T Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar pemutaran film dokumenter pendek berjudul 'Bukan Hanya Tentang Kain' sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus wujud pengabdian kepada masyarakat selama menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bantala. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Balai Desa Bantala.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Alfonsus Devid Mauandung, mahasiswa sekaligus produser film dokumenter tersebut.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa film 'Bukan Hanya Tentang Kain' tidak sekadar mendokumentasikan proses menenun, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya yang terkandung di balik setiap motif kain tenun ikat Desa Bantala agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda.
Pemutaran film mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Bantala, khususnya para anggota Karang Taruna. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa MBKM Unwira yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui karya film dokumenter.
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Mahasiswa mengajak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kesan setelah menyaksikan film tersebut. Empat orang perwakilan penonton menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah membuat dokumenter tentang salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Bantala.
"Kami semua di sini merasa termotivasi dan diajak untuk terus melestarikan budaya kami di Desa Bantala, karena di setiap motif tenun terdapat cerita dan makna yang sangat berharga. Terima kasih kepada mahasiswa KKN Unwira yang telah mengangkat keunikan desa kami melalui film ini," ujar salah seorang warga yang hadir.
Kegiatan nonton bareng ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai jalan untuk membangkitkan kesadaran serta semangat generasi muda untuk terus melestarikan tradisi tenun ikat sekaligus dapat membuat karya dokumenter serupa.
Eko Tukan, perwakilan Karang Taruna Desa Bantala, berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi pemuda desa untuk menghasilkan karya dokumenter yang mengangkat potensi dan budaya daerah.
"Dengan adanya film ini, saya berharap muda-mudi Desa Bantala dapat membuat film dokumenter seperti ini di masa mendatang agar budaya kita semakin dikenal," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa MBKM KKN-T Unwira Kupang berharap masyarakat Desa Bantala semakin terdorong untuk menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan keunikan budaya lokal, khususnya tenun ikat, sehingga dapat dikenal lebih luas serta menjadi warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.