Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Musik Daerah dan Ragam Motif Tenun Meriahkan Karnaval Pembukaan Festival Budaya Lamaholot Lembata

Keunikan budaya Lamaholot semakin terasa melalui ragam sarung tenun dan busana tradisional yang dikenakan peserta.

Indonesiasurya
Rabu, 01 Juli 2026 | 19:52:30 WIB
Festival budaya Lamaholot

Lembata - Festival Internasional Lamaholot 2026 dibuka dengan Karnaval budaya yang menampilkan ragam musik daerah, motif tenun ikat dan busana yang menunjukan khasanah khas masing-masing daerah yang tampil mengikuti karnaval budaya.

Karnaval membawa kemeriahan di wajah Kota Lewoleba, Rabu (1/7/2026) petang. Ribuan pasang mata ikut menyaksikan parade motif tenun ikat yang dipadu padankan dengan musik daerah

Pantauan media ini, Karnaval budaya ini bukan sekadar pawai biasa. Beragam kekayaan budaya Lamaholot ditampilkan secara meriah melalui motif tenun ikat, busana adat, tarian tradisional, hingga alunan musik khas yang menggema sepanjang rute karnaval.

Peserta yang terdiri dari instansi pemerintah daerah, komunitas seni, hingga berbagai paguyuban daerah di Kota Lewoleba tampil dengan identitas budaya masing-masing. Mereka memulai arak-arakan dari eks Kantor Bupati Lembata dan berakhir di kawasan wisata Pantai Wulen Luo.

Keunikan budaya Lamaholot semakin terasa melalui ragam sarung tenun dan busana tradisional yang dikenakan peserta. Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Lembata, karnaval ini juga menjadi panggung persatuan budaya Nusantara.

Berbagai busana adat dari daerah lain di Indonesia turut memeriahkan parade, mulai dari pakaian tradisional Sumba, Sabu Raijua, hingga Batak Karo. Kehadiran mereka menambah warna sekaligus memperkuat semangat keberagaman dalam Festival Internasional Lamaholot.

Festival Internasional Lamaholot di Kabupaten Lembata, Nusa Tengara Timur sendiri kembali menorehkan prestasi dengan terpilih untuk ketiga kalinya dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026, yang merupakan program strategis Kementerian Pariwisata.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lamaholot. Festival ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Ribuan tenaga kerja, pelaku seni, dan pelaku UMKM terlibat dalam penyelenggaraan festival. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Festival Internasional Lamaholot bukan sekadar perayaan budaya, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Festival Internasional Lamaholot terus mengukuhkan diri sebagai salah satu agenda budaya terbesar di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi kebanggaan bersama masyarakat Lamaholot. 


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5