Lewoleba - Kepala bidang pendidikan anak usia dini (Kabid Paud) dinas pendidikan Lembata kecewa atas ketidakhadiran peserta lomba dari kecamatan Atadei.
Yafet dihadapan kepala dinas, bunda paud dan peserta dari delapan kecamatan se kabupaten Lembata mengatakan, lomba ini bukan tentang siapa juara tapi ini upaya kita untuk tingkatkan literasi anak. Ketidakhadiran peserta lomba dari kecamatan Atadei harus di evaluasi.
Lomba Menceritakan Cerita jenjang PAUD dalam rangka HUT Kabupaten Lembata ke-26 berlangsung dengan antusiasme tinggi. Namun, ketidakhadiran peserta dari wilayah Atadei menjadi catatan penting yang disampaikan Kabid Paud.
Ketidakhadiran peserta dari kecamatan Atadei jadi catatan penting.
Kabid paud menyampaikan rasa kecewanya karena pihak sekolah Atadei tidak mengirimkan perwakilan, padahal pemberitahuan telah disampaikan sejak awal tahun.
"Kita sudah sampaikan ke sekolah sejak awal tahun. Sangat mengecewakan. Lomba ini memindahkan aktivitas dari sekolah ke sini — tempat dan momen yang sama. Jangan takut kalah atau menang. Tujuan utama kita adalah meningkatkan kemampuan mengajar para guru dan literasi anak.
Kegiatan ini baik juga bagi para guru, sebab menjadi ajang evaluasi berbagi praktik baik antar pendidik. Ia menegaskan ketidakhadiran ini perlu dievaluasi secara serius.
"Pembelajaran di Atadei seperti apa jadinya? Ketidakhadiran ini harus dievaluasi. Apakah takut kalah? Atau memang belum membiasakan anak tampil dan berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini?"
BERCERITA MEMBANGUN POLA PIKIR ANAK
Lomba menceritakan cerita bukan sekadar perlombaan biasa. Melalui kegiatan ini, guru membantu anak menyimak, memahami, dan menyampaikan pendapat.
"Kita sedang mengonstruksi pola pikir anak. Bukan sekadar guru yang bercerita lebih baik, tetapi membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan komunikatif bagi anak. Literasi bukan hanya soal membaca — tetapi membantu anak menyimak, berpikir, dan berorganisasi sejak dini."
SETIAP PESERTA ADALAH PEMENANG
"Dalam setiap perlombaan pasti ada kalah dan menang. Namun intinya kita saling berbagi. Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati — penampilan kalian semua luar biasa!"
INDIKATOR PENILAIAN LOMBA
Kegiatan ini dinilai berdasarkan 7 aspek utama dengan bobot penilaian sebagai berikut:
1 Penguasaan & Penyajian Cerita.
Cerita dikuasai dengan baik, alur runtut, bahasa sesuai dengan usia anak, dan penyampaian menarik.
2 Ekspresi, Intonasi & Bahasa Tubuh
Ekspresi wajah, suara, intonasi, gerakan dan mimik sesuai dengan karakter atau kejadian dalam cerita
3 Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan jelas, terbuka, sesuai dengan usia anak, merangsang rasa ingin tahu, imajinasi dan kemampuan berpikir anak
4 Interaksi & Respon Terhadap Anak
Memberikan kesempatan anak menjawab, mendengarkan, menghargai jawaban, serta memberikan respon positif
5 Stimulasi Kemampuan Berpikir Anak
Mendorong anak mengamati, mengingat, memprediksi, dan mengemukakan pendapat
6 Penguatan Nilai
Karakter Cerita dan kegiatan menanamkan nilai positif seperti: kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, kasih sayang, dan percaya diri
7 Pengelolaan Suasana Pembelajaran
Menciptakan suasana menyenangkan, komunikatif, inklusif, dan mampu menjaga perhatian anak
Pada lomba tersebut kecamatan Buyasuri keluar sebagai juara satu sementara juara dua ditempati kecamatan Ile Ape dan juara tiga adalah kecamatan Nubatukan
Dinas memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.