Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Karnaval Iman meriahkan 24 Tahun St. Stefanus Martir Pelindung Lingkungan, Umat Padukan Iman, Kedaulatan Pangan dan Kemandirian

Pawai karnaval iman kali ini melibatkan 11 Komunitas Basis Gerejani (KBG), 176 kepala keluarga, dan sekitar 643 umat, serta turut dimeriahkan penampilan drumband dari pelajar SMP Negeri 1 Nubatukan.

Indonesiasurya
Senin, 14 September 2026 | 14:38:45 WIB
Foto

LEWOLEBA - Perayaan pesta pelindung Lingkungan St. Stefanus Martir, Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba, Kabupaten Lembata, memasuki usia ke-24 dengan semangat yang melampaui seremoni keagamaan.

Tahun ini, iman diterjemahkan ke dalam gerakan nyata membangun persaudaraan, menjaga lingkungan, memperkuat kedaulatan pangan, dan menumbuhkan kemandirian umat.

Rangkaian perayaan resmi dibuka Minggu, 13 September 2026, oleh Pastor Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba, RD. Blasius Keban bersama Ketua Lingkungan St. Stefanus Martir, melalui pemukul drumband sebanyak 11 kali, menyalahkan lilin dan obor sebagai tanda semangat persaudaraan dan cinta kasih yang terus menyala di setiap hati umat lingkungan St Stefanus Martir.

Pawai karnaval iman kali ini melibatkan 11 Komunitas Basis Gerejani (KBG), 176 kepala keluarga, dan sekitar 643 umat, serta turut dimeriahkan penampilan drumband dari pelajar SMP Negeri 1 Nubatukan.

Mengusung tema 'Kita Diutus, Kita Harus Menjadi Terang', perayaan tersebut menempatkan umat bukan hanya sebagai peserta kegiatan gerejawi, tetapi sebagai bagian dari gerakan bersama yang menghadirkan iman melalui kehidupan sehari-hari.

Dari lorong samping SDN Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Selatan, peserta karnaval bergerak melewati Perempatan Tujuh Maret–Berdikari, Perempatan Gong 2000, kemudian kembali ke titik awal, menjadi panggung nyata keragaman sekaligus kesatuan umat.

Setiap KBG tampil dengan busana dan identitas tematik masing-masing, sembari membawa hasil bumi berupa jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, sayur dan buah-buahan. Ada peserta remaja yang mengenakan pakaian biarawati, mengirim pesan khusus panggilan untuk hidup membiara.

Hasil bumi yang dibawa dalam karnaval menjadi simbol penting. Pangan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan rumah tangga, tetapi sebagai kekuatan yang harus dikelola bersama untuk membangun keluarga yang lebih mandiri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pesan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Lembata yang menempatkan masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi dan dukungan yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini, terutama karena sejumlah agenda yang diangkat bersentuhan langsung dengan prioritas pembangunan daerah. 

Kegiatan yang mendorong ketahanan pangan, kemandirian finansial, dan pelestarian lingkungan dinilai sangat selaras dengan visi besar daerah, yakni 'Mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing', serta bersentuhan langsung dengan program unggulan Nelayan, Tani, Ternak (NTT) yang terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 Ketua Panitia Pelaksana, Marianus Gabriel P. Raring, mengatakan tema perayaan diterjemahkan ke dalam sejumlah gerakan konkret yang melibatkan seluruh umat. 

Kedaulatan pangan, katanya, merupakan gerakan bersama melalui program Rumah Pangan Hijau (RPH), dan kemandirian finansial dengan fokus utama adalah  arisan JAlan LAbu Stefanus Martir (JALA SM) dan GErakan SERibu (GESER) untuk solidaritas kesehatan dan dukacita.

Selain itu, program ketahanan komunitas juga dilakukan dengan kegiatan berupa aneka lomba memperingati HUT Lingkungan Stefanus Martir ke-24, melibatkan seluruh umat dalam 11 KBG yang dimulai dengan Karnaval Aneka Tema.

“Kami tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi bergerak ke depan. Melalui Rumah Pangan Hijau, Arisan JALA SM, GErakan SERibu (GESER), serta aneka lomba, kami ingin setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, membangun kemandirian finansial, sekaligus memperkuat solidaritas bagi umat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan seluruh umat menjadi kunci agar perayaan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Semangat yang dibangun adalah menjadikan lingkungan sebagai ruang bersama untuk bertumbuh dalam iman sekaligus menjawab kebutuhan sosial dan ekonomi keluarga.

Pastor Paroki RD. Blasius Keban menegaskan, karnaval tersebut merupakan 'karnaval iman'. Karena itu, nilai terpenting bukan semata-mata siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana kegiatan tersebut mempertemukan umat dalam persaudaraan.

“Kita tidak sekadar berjalan beriringan, tetapi berjalan dalam iman. Keragaman busana dan tampilan hari ini menunjukkan wajah yang berbeda-beda, tetapi hati kita tetap satu. Juara itu menyusul. Yang terpenting adalah membangun persaudaraan dan merajut kasih dalam kekeluargaan,” kata Romo Blasius.

Ia mengingatkan umat agar semangat perlombaan tidak menghilangkan tujuan utama perayaan. Kompetisi, menurut dia, hanyalah sarana untuk mempertemukan dan menyatukan umat, bukan menjadi alasan untuk saling memisahkan.

Dalam semangat keteladanan St. Stefanus Martir, umat juga diajak untuk berani memberikan kesaksian iman melalui kehidupan nyata, teguh dalam keyakinan, setia dalam pelayanan, serta hadir bagi sesama.

“Semangat Stefanus Martir mesti menjadi semangat lingkungan ini. Kita berkesaksian iman mulai dari KBG, kegiatan lingkungan, hingga keterlibatan kita di gereja sebagai satu kesatuan umat Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba,” ujarnya.

Dengan durasi perayaan sekitar tiga bulan, rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga puncak pesta pelindung pada 26 Desember 2026. Berbagai agenda keagamaan, sosial, budaya dan perlombaan akan digelar dengan tetap menitikberatkan pada penguatan persaudaraan, kedaulatan pangan, kemandirian finansial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Puncak perayaan akan ditandai dengan Perayaan Ekaristi Kudus, penyerahan hadiah kepada para pemenang, serta ramah tamah seluruh umat. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bimtek STEM PAUD Lembata: Manfaatkan Alam Lokal Bangun Rasa Ingin Tahu Anak Sejak Dini

“Kita tidak perlu peralatan canggih untuk membangun semangat sains pada anak. Cukup gunakan apa yang ada di sekitar me

| Jumat, 30 Oktober 2026
Aksi Salib Merah Viral, Ketua PP PMKRI Yohanes Tola: Ini Lahir dari Ketulusan dan Kepedulian Sosial

Simbol Salib Merah ini hadir sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa hari ini yang sedang diuji oleh kr

| Jumat, 30 Oktober 2026
KM Lawit Menabrak Dermaga Pelabuhan Ipi Ende, Operasional Dihentikan Sementara

Hingga saat ini belum ada rincian resmi terkait kerusakan kapal atau dermaga, serta jadwal pemulihan layanan untuk rute

| Jumat, 30 Oktober 2026
Jaringan Air Bersih Bukit Kneping‑Lewokoba Diresmikan, Warga Atakore Bersyukur

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, S.Fil., mengajak seluruh warga dan enam kepala desa

| Kamis, 29 Oktober 2026
Manfaat MBG di Kabupaten Flores Timur dan Lembata Tidak Merata, Warga Tuntut Keadilan Negara.

“Masyarakat menuntut keadilan negara. Negara jangan menjadi tuli dan tidak mendengar suara dari desa‑desa,” ujar V

| Kamis, 29 Oktober 2026
Bimtek STEM untuk Guru PAUD Lembata Dibuka, Manfaatkan Alam Lokal untuk Pembelajaran Menyenangkan

kepala dinas pendidikan Wensalus Ose menyampaikan bahwa masa usia dini adalah masa pertumbuhan pesat anak dari sisi kogn

| Kamis, 29 Oktober 2026
Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9