Nuansa Rohani Katolik
Bacaan: Mazmur 103:2;
"Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!"
Renungan:
Umat beriman yang terkasih dalam Tuhan, ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang.
Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami.
Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain.
Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab.
Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain.
Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya.
Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain.
Itu adalah suatu sifat yang tidak baik.
Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristiani yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan.
Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya.
Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit.
Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari.
Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan.
Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakan-Nya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" *(Mazmur 103:1-2)*
Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan.
Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya.
Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik.
Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja.
Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan.
Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas.
Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan.
Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu.
Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan.
Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah.
Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan?
Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria Mendampingi kita semua.
Marilah Berdoa
Bapa di dalam surga, bersama Santo Hugo, Uskup dan Pujangga Gereja yang kami peringati hari ini, kami mohon agar ketika kami berada dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah kami untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidup kami. Doa ini kami sampaikan ke hadirat-Mu melalui perantaraan Yesus Kristus Putera-Mu Tuhan dan Juru Selamat kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus kini dan sepanjang segala abad, Amin. Salam,