LEMBATA, INDONESIASURYA— Kawasan wisata Waijarang yang terbentang dari Desa Waijarang hingga Bukit Cinta kini dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pantauan wartawan Jumat (23‑10‑2026) menunjukkan tumpukan sampah rumah tangga, popok sekali pakai, dan pecahan kaca berserakan di pinggir jalan serta tepi perairan sepanjang jalur wisata tersebut.
Warga setempat menduga pelaku datang pada malam hari menggunakan kendaraan pikap untuk membuang limbah secara diam‑diam. Menurut keterangan warga, kebiasaan buruk ini baru muncul sekitar sebulan terakhir dan semakin meresahkan.
“Dulu kawasan ini bersih dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Sekarang tiap malam ada yang datang membuang sampah sembarangan. Kami sudah berusaha memantau agar bisa mengenali siapa pelakunya,” ungkap salah seorang warga.
Penumpukan sampah dikhawatirkan mencemari perairan sekitar pelabuhan dan menambah risiko kebakaran saat musim kemarau. Selain itu, pemandangan yang seharusnya menjadi daya tarik wisata Lembata kini terlihat kumuh dan mengurangi minat kunjungan tamu.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata, Alexander Raring, menegaskan bahwa pembuangan sampah sembarangan merusak kelestarian lingkungan dan potensi wisata daerah. Ia mengingatkan pemerintah telah menyediakan tempat pembuangan sampah sementara bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh membiarkan kebiasaan ini terus merusak kawasan wisata andalan kita. Jika tidak ada perubahan, aparat akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang membuang sampah sembarangan,” kata Raring.
Warga berharap pemerintah daerah segera memasang titik pengawasan dan memberikan sanksi bagi pelaku pembuangan sampah ilegal, agar kawasan wisata Waijarang yang membentang hingga Bukit Cinta tetap terjaga keindahannya.