Painapang, Flores Timur – Suasana kantor Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, terasa berbeda pada Sabtu pagi (26/7/2026). Sejak pukul 09.00 WITA, para perangkat desa berkumpul bukan untuk rapat rutin, melainkan mengikuti pelatihan menulis berita yang digagas oleh Rena Panggabean, mahasiswi KKN dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.
Pelatihan ini lahir dari keprihatinan sederhana: banyak kegiatan desa yang sebenarnya layak diketahui publik, tapi jarang ada yang menuliskannya. Karena itu, Rena menjadikan pelatihan menulis berita sebagai salah satu program kerja utamanya selama mengabdi di desa tersebut.
Untuk mengisi materi, Rena menggandeng Tobias Tobi Ruron, sosok yang cukup dikenal di kalangan warga sebagai guru sekaligus Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kepada perangkat desa yang hadir, Tobias menekankan satu hal yang menurutnya sering luput diperhatikan: kebiasaan membaca.
"Jadi modal dasar kita itu membaca, kalau kita tidak membaca kita tidak ada pegangan untuk bisa menulis berita," katanya, disambut anggukan sejumlah peserta.
Pelatihan berlangsung santai namun cukup interaktif. Selepas pemaparan, giliran perangkat desa yang melempar pertanyaan, mulai dari kesulitan memulai tulisan hingga cara menyusun kalimat berita yang enak dibaca. Tobias juga sempat berbagi tips singkat soal cara membuat judul berita agar lebih menarik dan tidak terkesan datar.
Bagi Rena, pelatihan ini adalah langkah kecil menuju sesuatu yang lebih besar: desa yang lebih terbuka dan transparan, di mana warganya sendiri bisa ikut menceritakan apa yang terjadi di kampung mereka, lewat tulisan yang mereka buat sendiri.