LEWOLEMA. - Dalam upaya membangkitkan kembali semangat kepemudaan dan memperkuat tata kelola organisasi di tingkat desa, sebuah program kerja nyata berhasil dilaksanakan di Desa Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan yang mengusung tema "Penyegaran Karang Taruna dalam Penguatan Tata Kelola Organisasi" ini diinisiasi oleh Maria Melania Koni, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Mengaktifkan Kembali Peran Pemuda
Tujuan utama dari program kerja ini adalah untuk mengaktifkan kembali roda organisasi Karang Taruna di Desa Riangkotek yang sempat vakum. Melalui pendekatan disiplin ilmu Administrasi Publik, penataan organisasi dinilai sangat penting untuk membangun kapasitas pemuda desa agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Sebagai langkah awal yang konkret dan inklusif, Maria Melania Koni bersama para pengurus dan anggota Karang Taruna setempat menggelar aksi sosial berupa pembersihan lapangan bola voli desa. Kegiatan gotong royong ini berlangsung dengan penuh antusias pada Kamis, 11 Juni 2026.
> "Aksi pembersihan lapangan voli ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan sebuah pemantik untuk mengumpulkan kembali para pemuda, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan rasa kepemilikan mereka terhadap fasilitas desa," ujar Maria.
Dampak Positif bagi Penguatan Organisasi
Dengan bersih dan layaknya lapangan bola voli tersebut, diharapkan Karang Taruna Desa Riangkotek dapat kembali aktif menggelar kegiatan-kegiatan positif, baik di bidang olahraga, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi kreatif.
Langkah awal ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Penguatan tata kelola organisasi yang dimulai dari aksi nyata seperti ini diharapkan mampu melahirkan kader pemuda yang solid, terorganisir, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Desa Riangkotek ke depan.