Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Skrining Katarak, Cara RS Bukit Lewoleba Berbagi Cinta Di Tanah Misi

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan Pelayanan dengan Menjemput Mereka yang Terpinggirkan

Indonesiasurya
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:38:15 WIB
Foto

Lembata - RS Bukit berbagi cinta melalui bakti sosial skrining katarak kerjasama FKIK Atma Jaya (ACOPE) Dan Yayasan Putra Peduli, dengan sat niat tulus yang sederhana: memastikan bahwa siapa pun, sejauh apa pun mereka tinggal dari kota hingga desa, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melihat dunia dengan jelas. 

Dengan semangat itu, tim medis dari RS Bukit Lewoleba melakukan perjalanan panjang menuju desa-desa terpencil di Kabupaten Lembata, Nusa Tengara Timur. 

Sederetan nama desa menjadi peta perjalanan yang harus ditempuh: Kalikur, Kalikur WL, Alap Atadei, Lamalera A, Lamalera B, hingga Posiwatu. Desa-desa ini berada jauh dari pusat layanan kesehatan, dengan akses jalan yang sebagian besar terjal, berbatu, dan memakan waktu berjam-jam untuk ditembus.

Direktris RS Bukit, dr. Vincensia Caroline mengkisahkan menuju Lamalera kecamatan Wulandoni, ia bersama tim menggunakan kendaraan roda dua, melewati jalan berkelok menembus Jarak untuk melihat lebih dekat warga yang sakit.

“Banyak warga yang ingin operasi, tetapi jalan menuju rumah sakit terlalu sulit. Karena itu, kami putuskan untuk turun langsung,” kata Direktris RS Bukit, dr. Vincensia Caroline dalam kegiatan skrining itu.

Keputusan tersebut diambil bersama para donatur, agar calon pasien tidak perlu bolak-balik menempuh perjalanan panjang menuju rumah sakit hanya untuk pemeriksaan awal.

"Skrining dilakukan menyeluruh: pemeriksaan mata untuk mendeteksi katarak dan pterigium, pemeriksaan gula darah, hingga pengukuran tekanan darah—semua penting untuk memastikan keamanan pasien sebelum dioperasi dalam kegiatan bakti sosial pada 4–7 Maret," kata dr Caroline.

Di banyak desa, warga telah berkumpul sejak pagi. Ada yang datang dengan dipapah keluarga, ada yang berjalan perlahan sambil membawa tongkat kayu, ada pula yang datang dengan harapan yang telah lama ditunggu. 

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan Pelayanan dengan Menjemput Mereka yang Terpinggirkan

Sebenarnya, masih banyak desa lain yang ingin dijangkau tim medis. Namun dengan keterbatasan fasilitas, tenaga, dan waktu, tim hanya bisa pergi sejauh yang memungkinkan. Meski begitu, setiap desa yang berhasil dikunjungi menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu di balik dinding rumah sakit—kadang ia harus turun menjemput mereka yang nyaris tak terjangkau.

Bagi banyak warga, kedatangan tim dokter ini lebih dari sekadar pemeriksaan. Itu adalah kehadiran yang memberi harapan baru—bahwa mereka masih diperhatikan, bahwa penglihatan yang telah lama kabur mungkin bisa kembali, bahwa kualitas hidup bisa membaik.

Membawa Pulang Cahaya Baru

Ketika kegiatan skrining selesai di setiap desa, rasa lelah tergantikan dengan senyum para lansia yang mengatakan, “Terima kasih, dokter, sudah datang jauh-jauh.” Kata-kata sederhana itu menjadi pengingat bahwa perjalanan0 panjang ini bukan sekadar tugas, melainkan misi kemanusiaan.

Dan saat ratusan warga nanti menjalani operasi di RS Bukit Lewoleba, sebagian dari cahaya yang kembali mereka lihat adalah hasil dari perjalanan jauh tim medis—mereka yang memilih untuk menjemput harapan, bukan menunggu harapan datang. (***)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Rehabilitasi Pelabuhan Waijarang Lembata Belum Rampung, Masyarakat Mendesak Penyelesaian Cepat

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Yohanes Arimon Dedeo, membenarkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak

| Rabu, 23 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata Gelar Kampanye Ibu Hamil Sehat : Sehat Ibunya, Sehat Bayinya

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bernadus B. Punang. Dalam sambutanny

| Rabu, 23 September 2026
Tiga Agenda Besar PP PMKRI 2026–2028

Yohanes Tola, ketidakadilan dapat dimaknai sebagai situasi ketika perangkat negara tidak bekerja atau tidak ditempatkan

| Rabu, 23 September 2026
Infulenza meningkat Dinas Kesehatan Lembata ambil langkah antisipasi

Meskipun aktivitas influenza nasional masih berada pada kategori rendah, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian semu

| Selasa, 22 September 2026
Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Bone Disorot, Nama Herman Disebut

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, solar subsidi yang digunakan untuk menunjang operasi

| Selasa, 22 September 2026
DPRD Lembata desak Dinas Pendidikan Segera Bereskan Sengketa SD Inpres Hama Hena Ileape.

Menurut FGL, warga Korban Bencana Tidak Boleh Dibebani Masalah Baru "Ingatlah, warga yang menempati lokasi ini adalah

| Senin, 21 September 2026
PLN UID Sulselrabar Disorot! AMPERA Pertanyakan Nasib Hak Pelanggan di Tengah Pemadaman Bergilir

AMPERA menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai pembahasan di ruang rapat. Di tengah pemadaman yang

| Sabtu, 19 September 2026
Festival Sastra Kepulauan IX, Panggung Kebudayaan yang Menyatukan Beragam Suara

Pembukaan festival dilakukan Wahida, S.S., M.A., yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machs

| Sabtu, 19 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7