Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S - 122° 23.272'E

Indonesiasurya
Kamis, 16 Juli 2026 | 11:22:54 WIB
Saat tim sar lakukan pencarian

Maumere, 15 Juli 2026 – Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melaksanakan Operasi SAR terhadap laporan 1 (satu) orang diduga melompat dari KM Lambelu di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Informasi yang diterima pada tanggal 15 Juli  pukil 12.30 dari penumpang atas nama ibu Nuben Dasilva, seorang Relawan PMI tersebut langsung ditindaklanjuti.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S - 122° 23.272'E.

Berdasarkan informasi yang diterima Oleh  Basarnas Maumere pada Tanggal 15 Juli Pukul 01.19 penumpang KM Pelni melaporkan bahwa terdapat 1 (satu) orang diduga melompat ke laut. Informasi tersebut segera diteruskan ke anjungan, kemudian Mualim Jaga menekan tombol Man Overboard (MOB) pada ECDIS dan melaporkan kejadian kepada Nakhoda. Selanjutnya Nakhoda mengambil alih komando dan mengarahkan kapal melakukan manuver pencarian di lokasi terakhir korban terlihat, serta menyebarkan informasi melalui Radio VHF Kanal 16 kepada kapal-kapal di sekitar lokasi. Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam dengan hasil nihil, kapal kembali melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan tujuan.

Identitas Korban :
- Nama: Nataniel Emanual Siola Guna
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Usia: ± 40 Tahun

Pada Tanggal 15 Juli 2026 pada Pukul 12.35 Kantor SAR Maumere telah berkoordinasi dengan unsur Potensi SAR di wilayah kerja, yaitu Lanal Maumere, Polres Sikka, KSOP Maumere, PT Pelni, dan keluarga korban.

Selanjutnya Tim Rescue Bersama Potensi SAR dari Kantor SAR Maumere diberangkat menggunakan RIB 500 PK yang dilengkapi peralatan SAR medis dan peralatan komunikasi menuju lokasi kejadian.

Setiba di lokasi Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan metode Penyisiran diatas permukaan air dan Tim terus berupaya agar segera menemukan korban, ditambah dengan berkoordinasi dengan Masyarakat dan Nelayan yang melintas untuk Mempercepat Pencarian, akan tetapi pencarian pada H.1 masih Nihil.

Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada 16 Juli 2026 dengan harapan korban segera dapat ditemukan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Di Tengah Seruan Efisiensi, Kades Diminta Bayar Rp3 Juta untuk Ikut Bimtek

LIRA meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap mekanisme pemungutan biaya kepada kepala desa.

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 15