Lewoleba - Rumah sakit umum Bukit Lewoleba, RSU paling tua yang telah memberikan pelayanan kepada ribuan pasien sejak berdiri dan beroperasi terus melakukan pembenahan tidak hanya pada manajerial tetapi juga pada sisi pelayanan.
Rumah sakit milik keuskupan Larantuka yang dikelola oleh yayasan papa miskin terus melakukan pembenahan.
Ketua yayasan papa miskin, Romo Sinyo Dagones.,PR kepada media ini menjelaskan, pihaknya telah menghadirkan dua dokter muda sebagai upaya pembenahan di bukit.
Rm.Sinyo mengatakan, RS Bukit Lewoleba telah mengangkat Dokter Yeyen Alice Maromon sebagai direktur rsu bukit sejak, 1 juli 2026 lalu dan mendatangkan juga dokter spesialis penyakit dalam, dr Nadya Sabatini.,SP.Pd
Dijelaskan Romo Sinyo DaGomes diawal tahun 2026 memang pihaknya hampir dua bulan berjalan tanpa dokter penyakit dalam, dan sejak April 2026 sudah ada dokter spesialis penyakit dalam, Nadya Sabatini.,SP.Pd
"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.
Sementara itu, wakil direktur Mikael Hiro Kolin yang hadir pada kesempatan tersebut menejelaskan, pihaknya koordinasi seluruh sumber daya baik SDM, keuangan, dan material dengan perencanaan dan pengawasan yang maksimal.
Langkah ini menurut Horo Kolin sebagai upaya mencapai efisiensi operasional dan Pelayanan mencakup medis (IGD, rawat jalan, inap) dan penunjang yang lebih mumpuni.
Menurut Mikel, dua instrumen ini saling melengkapi dan bersinergi memastikan mutu dan keselamatan pasien.
Pantauan media ini, terjadi peningkatan kunjungan pasien setelah hadirnya direktur baru dan dokter penyakit dalam. Masyarakat berharap rumah sakit yang sejak lama menjadi kebanggaan ini tetap menjadi salah satu rumah sakit terbaik di kota Lewoleba.