Larantuka - Sebanyak 38 Uskup dari seluruh Indonesia hadir di kota Larantuka mengikuti penthabisan Romo, Yohanes Hans Monteiro sebagai uskup Larantuka.
Demikian pula Ribuan umat dengan khidmat mengikuti misa Kudus dan mendengar Surat Apostolik (mandat Paus) yang mengesahkan penahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Larantuka dibacakan, Rabu (11/2/2026) di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Pejabat Keduatan Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Michael A. Pawlowicz membacakan mandat paus sebagai momen puncak rangkaian kegiatan tersebut.
Sebelum dibacakan, surat tersebut diserahkan kepada Mgr Fransiskus Kopong Kung, uskup emeritus Keuskupan Larantuka yang bertindak sebagai penahbis utama.
Ia didampingi dua uskup ko-konsekrator, yakni Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden dan Uskup Maumere Mgr Ewaldus Martinus Sedu.
Selanjutnya, surat mandat ditunjukkan kepada umat yang hadir sebagai tanda kesatuan keuskupan dengan Tahta Petrus dan Gereja Universal.
Melalui otoritas apostolik, kami memberikan Anda sebagai Uskup Larantuka, seraya memberikan tanggung jawab penuh terkait jabatan ini,” ujar Mgr Pawlowicz saat membacakan mandat. Tepuk tangan gemuruh ribuan umat memenuhi katedral usai pembacaan surat tersebut.
Rangkaian acara pentahbisan diawali dengan ibadat sore di Gereja Weri, Selasa (10/2/2026), dan dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi Penahbisan Uskup pada Rabu, yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian perayaan tahbisan Mgr Yohanes Hans Monteiro.
Mgr Yohanes Hans Monteiro, Pr, resmi ditahbiskan sebagai Uskup Larantuka dalam misa tahbisan yang berlangsung khidmat di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Rabu (16/2/2026).
Penahbisan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan pastoral Mgr Monteiro di Keuskupan Larantuka, menggantikan Mgr Fransiskus Kopong Kung yang memasuki masa emeritus setelah lebih dari dua dekade memimpin. Ia ditetapkan oleh Takhta Suci untuk memimpin umat Katolik di wilayah tersebut.
Misa tahbisan diikuti oleh 38 uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia serta ribuan umat yang memadati katedral dan sekitarnya. Hadir pula para imam, rohaniwan, serta biarawan dan biarawati