Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ajaran Agama Berkembang Sesuai Zaman. Berikut 5 Agama Tertua Di Dunia

Keyakinan kemudian berkembang sesuai zaman dan ilmu pengetahuan hingga lahirnya agama. Harus diakui bahwa hadirnya Ajaran agama di seluruh wilayah memang berkembang mengikuti zaman. Sebab, ilmu-ilmu yang terkandung dalam suatu agama mencerminkan kehidupan manusia selama di dunia.

Indonesiasurya
Minggu, 26 Mei 2024 | 19:59:40 WIB
Ilustrasi orang saat berhubungan dengan alam/keyakinan zaman dulu

IndonesiaSurya.Com - Keyakinan seseorang manusia dengan alam merupakan kesakralan yang diyakini oleh hati dan hal yang menjadi kekhususan tidak bisa diganggu gugat oleh manusia lain. 

Keyakinan kemudian berkembang sesuai zaman dan ilmu pengetahuan hingga lahirnya agama. Harus diakui bahwa  hadirnya  Ajaran agama di seluruh wilayah memang berkembang mengikuti zaman. Sebab, ilmu-ilmu yang terkandung dalam suatu agama mencerminkan kehidupan manusia selama di dunia.

Menilik ke belakang, terdapat ajaran agama kuno yang sudah ada sejak zaman peradaban manusia.

Berikut lima agama kuno yang menjadi pelopor perkembangan di dunia, seperti dilansir dari World Atlas.

1. Taoisme

Taoisme bermula pertama kali di China pada 2.400 tahun lalu. Kepercayaan ini diakui langsung sebagai agama resmi pada masa Dinasti Tang.

Ajaran Taoisme mempunyai ciri-ciri sikap positif serta aktif terhadap ilmu gaib. Keyakinan ini melibatkan sisi pengembangan karakter dan moral kehidupan manusia.

Keyakinan ini diciptakan oleh seorang filsafat bijak bernama Laozi atau Lao Tzu. Oleh sebab itu, ajaran Taoisme mencerminkan dari sikap khas Laozi yang berhubungan dengan ajaran 'Daodejing' atau 'Jalan Kekuasaan Klasik.'

Taoisme hingga saat ini masih dianut oleh lima juta masyarakat di China dan beberapa negara Asia lain. Seperti Jepang, Malaysia, Hongkong, Taiwan, hingga Vietnam.

2. Buddha

Paham Buddha telah lahir sejak abad ke lima. Ajaran ini menjadi agama yang berkembang di India bagian utara dan menyebar ke Asia Tengah.

Pemahaman Buddha pertama kali dikemukakan oleh Siddhartha Gautama selaku pangeran muda dari Lumbini, wilayah bagian Nepal. Kisah hidup Sidharta yang berliku dan bermakna dijadikan oleh pengikutnya sebagai agama.

Ajaran Buddha memainkan peran inti dalam perilaku manusia sehari-hari. Buddha meyakini bahwa kehidupan merupakan siklus penderitaan yang membawa kelahiran kembali.

Umat Buddha tidak percaya pada tuhan, melainkan kepada roh dan makhluk gaib yang menuntun kehidupan manusia menjadi lebih baik.

3. Yahudi

Banyak yang meyakini ajaran Yahudi bermula dari nabi Ibrahim. Sebab, Ibrahim diyakini tercantum dalam Tora atau kitab suci Yahudi.

Ajaran ini dimulai sejak abad ke-20 sebelum masehi dan mengajarkan tentang pemahaman monoteisme atau keyakinan satu Tuhan.

Mereka yang meyakini ajaran ini percaya bahwa Tuhan membentuk perjanjian yang diberkati dengan Ibrahim dan keturunannya. Keyakinan ini juga mengandung berbagai unsur yang ada di dalam ajaran Islam dan Kristen

Hingga kini, terdapat sekitar 14 juta orang yang memeluk Yahudi sebagai agama utama mereka. Kendati demikian, ajaran ini telah menyebar luas ke seluruh dunia dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu manusia.

4. Zoroaster

Melansir dari Britannica, Zoroaster merupakan bentuk keyakinan yang ditemukan oleh seseorang bernama Zarathustra pada abad ke enam sebelum masehi.

Agama ini merupakan bentuk keyakinan pra-Islam yang berkembang pesat di Persia yang sekarang menjadi Iran. Mulanya, Zoroaster berkembang di bawa Kekaisaran Persia dan menjadi agama anjuran pada saat itu.

Zarathustra yang menemukan keyakinan ini dikenal luas sebagai sosok nabi dari ajaran Zoroaster. Memiliki ajaran yang mirip dengan Yahudi, Zoroaster juga memercayai satu tuhan.

Zoroaster mempunyai pengaruh besar terhadap pengaruh dan perkembangan di Persia. Hingga saat ini, keyakinan Zoroaster masih terus dipraktikan oleh pengikut setianya.

5. Hindu

Hindu menjadi salah satu kepercayaan tertua di dunia dan disebut sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu.

Agama ini lahir dari perpaduan dua kebudayaan yang berkembang pesat di wilayah yang dikenal sebagai Lembah Indus. Tak seperti agama pada umumnya, Hindu tidak memiliki pencipta melainkan berasal dari kepercayaan diri manusia.


Sebagai agama Abrahamic, Hindu memercayai satu tuhan yang maha kuasa. Para penganut biasa menyebutnya sebagai Brahman.

Namun, Brahman memiliki beberapa dewa utusan yang memiliki peran masing-masing di setiap unsur kehidupan manusia.

Kendati demikian, ajaran Hindu mengajarkan siklus kehidupan bagai lingkaran. Reinkarnasi pun menjadi hal yang penting dalam keyakinan ini.(val/bac) sumber ; cnnindonesia.com


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Pemkab Lembata Sambut Program Desa Binaan Imigrasi, Dorong Pekerja Migran yang Legal dan Aman

Program Desa Binaan Imigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tingkat desa tentang prosedur keimigra

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9