Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perayaan Pesta Natal Mendamaikan Perang Dunia Pertama Catatan Sejarah

Peristiwa itu menunjukkan bahwa bahkan di tengah konflik paling berdarah, masih tersisa ruang bagi cinta, damai, dan persaudaraan.

Indonesiasurya
Jumat, 12 Desember 2025 | 12:01:02 WIB
Ilustrasi

INDONESIASURYA.COM - Menjelang perayaan Natal 2025, dunia kembali diingatkan pada salah satu peristiwa paling menyentuh dalam sejarah peperangan, yakni gencatan senjata Natal saat Perang Dunia I pada tahun 1914.

Dilansir dari RRI, di tengah dentuman meriam dan hujan peluru yang merenggut ratusan ribu nyawa, prajurit dari dua kubu yang bertikai, Inggris dan Jerman, justru melakukan hal di luar nalar: mereka menghentikan pertempuran, saling berjabat tangan, bernyanyi lagu Natal, hingga bermain sepak bola bersama

Peristiwa tak biasa itu terjadi pada Malam Natal dan Hari Natal, 24–25 Desember 1914.

Saat itu, Perang Dunia I baru berlangsung beberapa bulan, namun sudah berubah menjadi konflik berdarah dengan sistem perang parit yang brutal di sepanjang perbatasan Eropa Barat.

Hujan lebat yang turun selama berminggu-minggu mengubah parit-parit pertahanan menjadi kubangan lumpur dingin. Para prajurit hidup dalam kondisi mengenaskan, tidur, makan, dan bertahan hidup di tengah bau mesiu dan kematian.

Namun, suasana mencekam itu mendadak berubah saat lagu-lagu Natal berkumandang dari parit tentara Jerman. Prajurit Inggris yang berada di seberang garis depan awalnya terkejut, lalu membalas dengan nyanyian serupa.

Tanpa komando resmi dari para jenderal, para prajurit dari dua pihak keluar dari parit masing-masing dan bertemu di tanah tak bertuan (no man’s land). Mereka berjabat tangan, bertukar makanan, minuman, rokok, serta saling menyampaikan salam Natal.

Kesaksian mengharukan itu terdokumentasi dalam surat dan catatan harian para tentara.

Seorang prajurit Inggris, J. Reading, menulis kepada istrinya tentang momen langka tersebut.

Pada pagi Natal, orang-orang Jerman mulai bernyanyi dan berteriak dalam bahasa Inggris yang sangat baik. Mereka mengajak kami bertemu. Kami berjabat tangan, mereka memberi kami rokok dan cerutu. Hari itu kami tidak saling menembak,” tulis Reading.

Kesaksian serupa datang dari prajurit Inggris lainnya, John Ferguson. Di sini kami bercanda dengan orang-orang yang beberapa jam sebelumnya kami coba bunuh. Rasanya seperti mimpi,” katanya. Yang paling mengejutkan, pihak Jerman mengungkap bahwa para prajurit bahkan sempat menggelar pertandingan sepak bola dadakan.

Letnan Jerman Kurt Zehmisch mencatat peristiwa itu dalam buku hariannya.
Orang-orang Inggris membawa bola dari parit mereka dan segera terjadi permainan yang sangat meriah,” tulis Zehmisch.

Gencatan senjata Natal 1914 dikenang sebagai simbol kuat kemanusiaan di tengah kebrutalan perang.

Peristiwa itu menunjukkan bahwa bahkan di tengah konflik paling berdarah, masih tersisa ruang bagi cinta, damai, dan persaudaraan.

Menjelang Natal 2025, kisah ini kembali menjadi pengingat bahwa perdamaian selalu mungkin, bahkan dalam situasi yang paling gelap sekalipun.*


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Tercium Aroma Tak Sedap Dari Rencana Investasi Garam Lembata, DPRD Buka Suara.

5 ribu hektar itu bukan lahan yang sedikit, dan anehnya semua di kedang, lalu desa yang memiliki lahan pada hamparan dib

| Jumat, 27 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12