Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


ASDP Belum Perbaiki Dermaga Waijarang Lembata Yang Nyaris Ambruk Dihantam KMP. Inerie 2, Aktivitas Ekonomi Warga Tergangu.

Dinas Perhubungan Lembata juga sempat berupaya menarik dolphin yang miring ke darat dengan menyewa alat berat berupa ekskavator. Namun, setelah dilakukan beberap kali percobaan, upaya tersebut tidak berhasil.

Indonesiasurya
Rabu, 17 Desember 2025 | 23:27:29 WIB
Kadis perhubungan Jhon Arimon

Indonesiasurya.com || Lembata - Hampir 1 bulan pasca benturan KMP Inerie 2 yang mematahkan 3 Dolphin di Pelabuhan Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, aktivitas ekonomi tergangu.

Pemda Lembata melalui dinas perhubungan berkoordinasi dengan pihak syahbabdar sehingga  embarkasi dan debarkasi dari KMP roro berpindah ke pelabuhan laut Lewoleba.

Meski dalam kondisi minus malum, perpindahan lokasi sandar masih dapat dilayani.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, John Arimon, kepada Media ini, Rabu (17/12/2025), mengungkapkan kronologi insiden benturan KMP Inerie II yang menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas Pelabuhan Penyeberangan Waijarang dan berdampak pada terhentinya pelayanan penyeberangan di Lembata hampir 1 bulan belakangan.

"Peristiwa tersebut terjadi pada 27 November 2025, saat KMP Inerie II berlayar dari Deri Maubasan dan melakukan manuver sandar di Pelabuhan Waijarang.
Dalam proses sandar, terjadi benturan dengan fasilitas dermaga. Pihak ASDP dan Kaptain Kapal menyebutnya sebagai gesekan. Akibatnya, tiga dolphin mengalami kemiringan dan nyaris ambruk , sementara tiga dari delapan tiang pancang dilaporkan patah.

“Pada Jumat pagi, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada Bupati Lembata Beliau memerintahkan agar segera dibuatkan surat resmi kepada manajemen ASDP di Kupang, lengkap dengan kronologis kejadian dan dasar hukum Undang-Undang Pelayaran. ASDP harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata John Arimon.

Menurutnya, upaya administratif segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata. Pihaknya menggelar rapat koordinasi secara daring (zoom meeting) dengan manajemen ASDP untuk membahas tanggung jawab dan langkah penanganan lanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, kapten KMP Inerie II menyampaikan bahwa kapal sebenarnya masih bisa sandar. Namun, kondisi dolphin yang miring dinilai sangat berbahaya. Jika kapal dipaksakan sandar, berpotensi menimbulkan benturan pada lambung kapal yang bisa menyebabkan kerusakan serius, bahkan robek.

Dinas Perhubungan Lembata juga sempat berupaya menarik dolphin yang miring ke darat dengan menyewa alat berat berupa ekskavator. Namun, setelah dilakukan beberap kali percobaan, upaya tersebut tidak berhasil.

Sebagai langkah darurat untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, KMP Inerie II kemudian dialihkan untuk sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba. Di pelabuhan tersebut, kapal hanya diperbolehkan menurunkan barang dari dalam kendaraan ekspedisi, tanpa menurunkan kendaraan.

“Kami sudah bersurat ke ASDP agar sementara kapal sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba. Koordinasi juga dilakukan dengan Syahbandar, Pelni, ASDP, dan unsur perhubungan lainnya. Prinsip kami, pelayanan masyarakat harus tetap berjalan,” tegasnya.

John Arimon mengakui adanya keluhan dari pihak ekspedisi terkait pengaturan bongkar muat. Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan Syahbandar, disepakati bahwa muatan barang ekspedisi tetap bisa dibongkar demi menjaga kelancaran distribusi logistik.

Ia memastikan, jelang hari Raya Natal, pasokan sembako ke Lembata tetap aman meski terjadi gangguan pada Pelabuhan Waijarang.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lembata telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Perhubungan untuk meminta percepatan perbaikan pelabuhan.

Ke depan, Pemkab Lembata bersama PT ASDP Indonesia (Persero) dan DPRD Kabupaten Lembata berencana melakukan audiensi khusus dengan manajemen ASDP guna memastikan kejelasan tanggung jawab serta percepatan rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Waijarang. (AT/SL).


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 18