Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Badai Diprediksi Menggila, Peringatan Dini Munculnya La Nina

Lembaga Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) pun memprediksi La Nina "dapat berkembang pada Juni–Agustus 2024 (peluang 49 persen) atau Juli–September (69 persen)."

Indonesiasurya
Selasa, 28 Mei 2024 | 00:41:17 WIB
Ilustrasi la nina

IndonesiaSurya.Com - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memprakirakan akan terjadi musim badai yang sangat aktif sambil menekankan pentingnya peringatan dini buat menyelamatkan nyawa dan perekonomian.

"Kandungan panas laut yang tinggi dan antisipasi perkembangan peristiwa La Nina diperkirakan akan memicu musim badai yang sangat, sangat, sangat aktif tahun ini," kata Clare Nullis, juru bicara WMO, di Jenewa, dikutip dari Reuters, Jumat (24/5).

"Hanya diperlukan satu kali badai untuk menghambat pembangunan sosio-ekonomi selama bertahun-tahun," imbuhnya.

Sebelumnya, fenomena iklim pemicu kekeringan di Indonesia, El Nino, sudah berakhir usai angkanya masuk status Netral.

Lembaga Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) pun memprediksi La Nina "dapat berkembang pada Juni–Agustus 2024 (peluang 49 persen) atau Juli–September (69 persen)."

Kini, NOAA memperkirakan akan terjadi 17 hingga 25 angin topan, dengan rata-rata 14. Dari badai-badai tersebut, delapan hingga 13 diperkirakan akan menjadi badai (rata-rata 7).

Ini termasuk 4 hingga 7 badai besar (rata-rata 3). Badai besar adalah kategori 3, 4 atau 5 di Saffir Simpson, dengan kecepatan angin 178 km per jam atau 111 mil per jam atau lebih tinggi 


Musim badai Atlantik, yang berlangsung dari Juni hingga November, mencatat aktivitas di atas rata-rata selama delapan tahun berturut-turut, kata WMO.

"Peringatan dini telah membantu menyelamatkan nyawa," kata Nullis.

"[Peringatan dini] itu benar-benar berhasil mengurangi angka kematian secara drastis, namun demikian negara-negara berkembang di kepulauan kecil di Karibia menderita kerugian yang tidak proporsional baik dari segi kerugian ekonomi maupun korban jiwa."

"Kita harus sangat waspada tahun ini karena suhu panas laut yang hampir mencapai rekor tertinggi di wilayah tempat terbentuknya badai Atlantik dan peralihan ke kondisi La Niña, yang bersama-sama menciptakan kondisi untuk meningkatkan formulasi badai," kata dia, dikutip dari situs WMO.

NOAA menyinggung suhu laut hangat yang hampir mencapai rekor tertinggi di Samudera Atlantik, yang menciptakan lebih banyak energi untuk memicu terjadinya badai.

"Antisipasi peralihan dari El Nino ke La Nina juga merupakan faktor lain karena La Nina cenderung mengurangi pergeseran angin di daerah tropis," kata WMO. 


Kenaikan permukaan air laut, yang diperburuk oleh gelombang badai, meningkatkan potensi risiko bagi masyarakat pesisir.

Antara 1970 dan 2021, siklon tropis (istilah umum yang mencakup badai) merupakan penyebab utama kerugian manusia dan ekonomi yang dilaporkan di seluruh dunia, yang menyebabkan lebih dari 2.000 bencana.

Namun, angka kematian menurun dari lebih dari 350 ribu pada 1970-an menjadi kurang dari 20.000 pada 2010-2019. Kerugian ekonomi yang dilaporkan pada 2010-2019 mencapai US$573,2 miliar. (tim/arh) sumber ; cnnindonesia.com


Bagikan

KOMENTAR (1)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Daud Abdullah 28 Mei 2024 06:23:47

Lebih cepat mendapat informasi

Indonesiasurya
Indonesiasurya
28 Mei 2024 11:35:16

@Daud Abdullah, semoga bisa memberi manfaat



Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7