Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Belasan CPNSD Di Lingkup Pol PP Lembata Tinggalkan Tugas Tanpa Kejelasan, Masyarakat Minta Pemerintah Tindak Tegas

Dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, Sanksi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tidak masuk kerja diberikan secara bertahap berdasarkan akumulasi jumlah hari ketidakhadiran.

Indonesiasurya
Jumat, 22 Mei 2026 | 01:30:46 WIB
Ilustrasi

Lembata - Belasan anggota polisi pamong praja (pol PP) yang baru di angkat menjadi calon pegawai negeri sipil daerah (cpnsd) diduga tinggalkan tugas tanpa kejelasan karena secara aturan cpnsd belum bisa mendapatkan cuti kecuali alasan tertentu.

Aneh memang, namun belasan anggota pol PP yang belum 100% menjadi ASN ini tinggalkan tugas lebih dari satu bulan. Ada apa?

Masyakat Lembata meminta agar pemerintah mengambil tindakan tegas kepada para oknum anggota pol PP yang masih berstatus sebagai cpnsd tersebut

Eduardus salah satu warga Lewoleba menyayangkan sikap anggota pol PP yang baru menjadi cpnsd tapi sudah berani tinggalkan tugas.

"Saya mendapat informasi bahwa, ada belasan anggota pol PP yang masih berstatus cpnsd yang kesemuanya dari luar Lembata bahkan luar NTT, meninggalkan tugas hingga lebih dari 30 hari kalender. Anehnya mereka tidak diberikan sanksi. Ada apa ? Tanya Edu.

Saya mau katakan, Kalau dulu mereka tidak ingin cari makan di Lembata, mestinya mereka tidak ikut tes cpnsd sehingga, formasi mereka bisa diisi oleh putra putri NTT yang lain. Urai Edu

Ia mengatakan, belum 100% jadi ASN saja sudah bersikap begini, bagaiman kalau sudah 100%? Karena itu kami masyarakat meminta ketegasan pemerintah agar para pihak ini di BAP dan bila perlu di berhentikan.

Untuk diketahui secara regulasi seorang CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) diperbolehkan mengambil cuti, namun hanya untuk jenis cuti tertentu. Selama masa percobaan satu tahun, CPNS belum memiliki hak cuti tahunan.

Aturan mengenai hak cuti CPNS meliputi: Jenis Cuti yang Diperbolehkan:
CPNS berhak atas cuti sakit, cuti melahirkan, dan cuti karena alasan penting (seperti menikah atau ada anggota keluarga inti yang sakit keras/meninggal dunia).

Cuti Tahunan : CPNS baru bisa mengambil cuti tahunan setelah resmi diangkat menjadi PNS dan telah bekerja paling singkat 1 (satu) tahun secara terus-menerus.

Cuti Bersama : CPNS juga berhak mendapatkan cuti bersama sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Cuti Besar & CLTN: Cuti Besar dan Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN) tidak berlaku bagi CPNS

Dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, Sanksi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tidak masuk kerja diberikan secara bertahap berdasarkan akumulasi jumlah hari ketidakhadiran.

Seorang CPNS bisa diberhentikan jika Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara berturut-turut selama 10 hari kerja dan atau Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif mencapai 28 hari kerja atau lebih dalam satu tahun.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5