Larantuka, 4 Agustus 2026. Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa/i peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Skema Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang atas warisan yang mereka tinggalkan bagi pemerintah desa di Kecamatan Lewolema, berupa pembuatan website desa, pengelolaan media sosial, hingga pelatihan pemasaran digital bagi perangkat desa.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara pelepasan mahasiswa/i MBKM Skema KKNT yang digelar di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Flores Timur, Larantuka, Selasa (4/8/2026), pukul 09.30 WITA.
Kegiatan yang dipandu oleh pembawa acara (MC) itu diawali dengan kata sambutan dari perwakilan dosen Unwira Kupang, yang memaparkan garis besar hasil pelaksanaan KKN selama dua bulan terakhir. Program ini berada di bawah bimbingan Veronika Boleng Kelen, S.AP., M.AP., selaku dosen koordinator MBKM Skema KKNT yang mendampingi mahasiswa selama masa pengabdian di Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur.
Acara kemudian resmi dibuka oleh Bupati Antonius Doni Dihen, yang sekaligus memimpin sesi diskusi dan melepas secara simbolis mahasiswa/i peserta MBKM Skema KKNT yang telah mengabdi selama dua bulan di tujuh desa se-Kecamatan Lewolema.
Dalam sambutannya, Bupati Doni Dihen menyampaikan terima kasih atas kontribusi para mahasiswa selama menjalankan program pengabdian masyarakat tersebut.
"Saya berterima kasih kepada mahasiswa yang sudah membantu desa," ujar Bupati Doni Dihen.
Sesi diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil program kerja (proker), baik individu maupun kelompok, yang telah dijalankan mahasiswa selama dua bulan masa KKN. Salah satu hasil kerja yang mendapat sorotan adalah pembuatan website resmi bagi Desa Painapang, yang sebelumnya sama sekali belum memiliki website maupun akun media sosial sebagai sarana informasi dan layanan publik secara daring bagi masyarakat desa.
Rena Panggabean, salah satu mahasiswi peserta MBKM Skema KKNT Unwira Kupang yang ditempatkan di Desa Painapang sekaligus menjadi pendamping dalam pembuatan website desa tersebut, menjelaskan proses pengerjaannya kepada Bupati dalam sesi diskusi.
"Sebelumnya di Desa Painapang belum ada website dan media sosial. Saya berkolaborasi dengan teman-teman saya di kelompok KKN Desa Painapang yang berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Administrasi untuk membuat website agar dapat mempermudah akses informasi desa secara online," ujar Rena.
Inisiatif pembuatan website desa tersebut disambut baik oleh Bupati Doni Dihen beserta jajaran stafnya. Bahkan, Bupati bersama stafnya turut mengakses langsung tautan (link) website Desa Painapang yang telah dibuat oleh mahasiswa untuk melihat isi dan tampilannya.
"Sekali lagi terima kasih dan apresiasi tinggi buat mahasiswa/mahasiswi MBKM Unwira Kupang," kata Bupati Doni Dihen.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar keberadaan website desa tidak berhenti pada tahap pembuatan semata. Ia berharap mahasiswa KKN turut mendampingi perangkat desa agar mampu mengelola dan menjalankan website tersebut secara mandiri dan berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
"Perlu adanya pendampingan bagi website desa ini," tegasnya
Sesi diskusi antara Bupati, jajaran pemerintah daerah, dosen pendamping, dan mahasiswa peserta MBKM Skema KKNT Unwira Kupang tersebut berlangsung secara terbuka dan lancar hingga acara pelepasan resmi ditutup.