Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Mektris Kabelen, anak petani dari Lewokluok menuju dunia kerja luar negeri.

Mektris termasuk dalam 10 alumni SMK ANCOP Berasrama Likotuden Tahun Ajaran 2025/2026 yang secara resmi dilepas Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, Kamis (20/8/2026).

Indonesiasurya
Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:46 WIB
Foto

Larantuka – Mektris Kabelen, anak petani asal Desa Lewokluok, Kecamatan Demonpagong, kini bersiap menapaki perjalanan baru menuju dunia kerja di luar negeri.

Ia terpilih mengikuti Program Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri ke Bulgaria.

Mektris termasuk dalam 10 alumni SMK ANCOP Berasrama Likotuden Tahun Ajaran 2025/2026 yang secara resmi dilepas Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, Kamis (20/8/2026).

Bagi Mektris, kesempatan itu membawa rasa lega penuh harapan. Ia melihat peluang bekerja di luar negeri sebagai jalan untuk membantu kedua orang tuanya yang selama ini menggantungkan hidup dari bertani.

“Yang pertama, pasti lega, senang, karena bisa membantu kedua orang tua, karena kondisi ekonomi juga seperti itu-itu saja, Bapak- Mama Petani,” ujarnya di Aula SMK ANCOP Likotuden usai acara pelepasan, siang itu.

Mektris menuturkan, ketika mengetahui informasi tentang program tersebut, ia kemudian mendaftarkan namanya. Proses seleksi dilakukan pihak sekolah melalui Bidang Bursa Kerja Khusus (BKK).

“Jadi, pasti ketika mendapatkan, mendengar informasi seperti itu, kita dengan semangat mendaftar nama tersebut, terus dipilih juga sangat senang karena bisa yang pertama, karena motivasi pertama saya bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, jadi saya juga terima kasih dipilih, jadi saya sangat senang,” ungkapnya.

Program Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Program tersebut membuka kesempatan bagi lulusan SMK untuk mengikuti pelatihan dan persiapan kerja sebelum mendapat kesempatan bekerja di luar negeri, termasuk Bulgaria.

Langkah pertama Mektris dan sembilan peserta lainnya dimulai di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Mereka akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih dua bulan di LPK METLAND COLLEGE.

Selama pelatihan, para peserta akan mengikuti sejumlah kegiatan, termasuk tes TOEIC. Mereka juga dipersiapkan dari sisi kemampuan bahasa asing dan kompetensi kerja sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

“Selama dua bulan itu kami mengikuti kegiatan-kegiatan, mengikuti tes TOEIC juga. Jadi setelah itu kami akan diarahkan sementara menunggu, nama-nama kami sudah ada di negara Eropa, di bagian Bulgaria, di bagian housekeeping,” terangnya.

Sambil menunggu panggilan dari perusahaan di Bulgaria, Mektris dan peserta lainnya akan mendapat pengalaman kerja di sejumlah hotel di Jakarta yang berada dekat dengan lokasi pelatihan.

“Jadi sementara menunggu panggilan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bulgaria, kami bekerja di hotel-hotel Indonesia dulu yang ada di Jakarta dekat dengan LPK tempat kami ikut kursus itu,” katanya.

Menariknya, perjalanan Mektris menuju dunia kerja di luar negeri sempat bersinggungan dengan cita-cita masa kecilnya. Ia pernah bermimpi menjadi seorang dokter.

Namun, setelah bersekolah di SMK ANCOP, pandangannya mulai berubah. Ia melihat kakak-kakak kelas dan para alumni yang lebih dulu bekerja ke luar negeri serta mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Cita-cita menjadi dokter pun perlahan ia simpan. Pengalaman para alumni membuat Mektris melihat peluang lain untuk membangun masa depan serta membantu keluarganya.

Di rumah, kabar terpilihnya Mektris disambut bahagia. Kedua orang tuanya merasa senang dan terharu, meski ada rasa cemas ketika membayangkan anak mereka harus bekerja jauh dari kampung halaman.

“Pasti senang, terus terharu, ada rasa kekhawatiran juga kepada anak karena melepasnya bukan ke daerah-daerah sekitar tapi ke luar negeri. Jadi sangat cemas juga tapi ikut mendukung,” ungkapnya.

Ada pesan sederhana yang selalu diingat Mektris sebelum berangkat. Orang tuanya meminta agar ia menjaga diri, tetap rendah hati dan tidak sombong ketika berada jauh dari keluarga.

“Pesan orang tua, tetap jaga diri baik-baik di sana, tetap rendah hati, tidak boleh sombong,” katanya.

Kini, perjalanan panjang itu baru saja dimulai. Ia membawa harapan sederhana, memiliki masa depan yang lebih baik dan mampu membahagiakan orang tua serta keluarga.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Tambang Emas Belopa Kembali Beroperasi, Publik Tagih Jawaban: Legal atau Dilindungi Oknum?

Pertanyaan mengenai dugaan adanya pihak yang memberikan perlindungan atau “bekingan” juga sebelumnya telah muncul di

| Rabu, 19 Agustus 2026
Umrah Ramadhan 1448 H Resmi Dibuka, Kesempatan Meraih Ibadah Lebih Khusyuk di Tanah Suci

PT. Annisa Ahmada Travelindo mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dan memperoleh informasi resmi melalu

| Rabu, 19 Agustus 2026
Momentum HUT RI ke-81, PTSL Lembata Capai 74 Persen: 2.012 Sertipikat Tanah Telah Diterbitkan

Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Tahun 2026 telah menghasilkan 2.012 sertipikat tanah dari target 2.7

| Senin, 17 Agustus 2026
Di Tengah Sukacita Kemerdekaan, Nagawutung Menundukkan Hati untuk Flores dan Lembata

Dua puisi menjadi suara bela rasa dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Nagawutung

| Senin, 17 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 54