Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Diduga Ada Pungli dan Gratifikasi Dalam Penataan Lokasi Eks Harnus Lembata

Berkembang informasi dari pembagian dan penempatan lapak hingga pada retribusi bulanan yang dikenakan kepada para penjual yang bervariasi menimbulkan dugaan ada upaya mendapatkan keuntungan sepihak dari kecamatan.

Indonesiasurya
Jumat, 26 Juni 2026 | 12:04:30 WIB
Pantai wulenluo lokasi eks pelaksanaan hari nusantara di Lembata

LEWOLEBA - Aroma pungutan liar hingga dugaan gratifikasi menyeruak dari lokasi eks Hari Nusantara Wulen Luo, Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata provinsi NTT

Berkembang informasi dari pembagian dan penempatan lapak hingga pada retribusi bulanan yang dikenakan kepada para penjual yang bervariasi menimbulkan dugaan ada upaya mendapatkan keuntungan sepihak dari kecamatan.

Media ini dalam penelusuran mendapat berbagai keluhan dari penarikan retribusi lapak dengan nominal yang bervariasi, Rp150 ribu, Rp200 ribu, hingga Rp300 ribu, padahal dilihat dari ukuran lapak 2x3 meter pun dipatok Rp200 ribu.

Yang lebih mengganjal, tidak ada bukti STR atau kwitansi resmi yang diberikan. Ditambah tarikan retribusi sampah Rp5.000- per minggu yang diduga diambil alih pihak kecamatan, padahal pengelolaan sampah merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup.

Informasi yang dihimpun media ini menyebut penarikan retribusi di lapangan eks Harnus Wulen Luo tidak punya standar baku. Lapak kecil ukuran 2x3 meter harus bayar Rp200 ribu, sementara lapak lain bayarnya bervariasi Rp150 ribu sampai Rp 300 ribu. Namun anehnya kwitansi atau Surat Tanda Registrasi (STR) tidak dikeluarkan sehingga menimbulkan tanda tanya apakah ini masuk PAD atau ke kantong pihak-pihak tertentu?

Kejanggalan kedua ada pada retribusi sampah. Tarif sebelumnya hanya Rp4.000 per bulan, kini semua lapak wajib bayar Rp5.000- per minggu, naik 6 kali lipat ke pihak kecamatan. Padahal publik tahu, urusan sampah adalah kewenangan DLH.

Sorotan terhadap Plt Camat Nubatukan Mikael Kia juga terkait master plan penataan Wulon Luo agar jelas tata letak dan konsepnya.
Para pelaku umkm hanya dapat ukuran yang sudah di patok petugas di lokasi tanpa ada dena standar bangunannya. Belum lagi laporan pencurian di lapak yang disampaikan ke pihak kecamatan juga tidak pernah direspons.

Informasi yang dihimpun media ini Fakta di lapangan: retribusi yang bervariasi   dari nilai, Rp150 ribu, Rp200 ribu, Rp300 ribu untuk lapak sejenis. Lapak 2x3 meter = Rp200 ribu. Bahkan tidak ada papan pengumuman tarif, dan tidak ada STR.

Menurut prinsip dasar retribusi daerah yang diatur UU No. 1 Tahun 2022 dan PP No. 35 Tahun 2023, setiap pungutan daerah wajib: ada dasar hukum Perda, tarifnya jelas dan seragam, serta pembayaran disertai bukti resmi yang disetor ke kas daerah.
Jika 3 unsur ini tidak ada, wajar kemudian muncul dugaan ada pungli.

TATA KELOLA AMBURADUL
Tanpa master plan, pedagang merasa ditata "asal tunjuk". Lokasi jadi semrawut, dan, tidak ada konsep ekonomi kreatif yang dijanjikan. Ditambah lagi, keamanan lokasi lemah. Beberapa kasus pencurian di lapak dilaporkan ke pihak kecamatan, tapi tidak ada tindakan preventif atau patroli keamanan di lokasi eks Harnus Wulon Luo.

Terkait masalah yang dihadapi Para pedagang ekonomi kreatif ini, ada  3 hal sederhana yang diharapkan yakni ;
1. Tunjukkan dasar hukum + tarif resmi retribusi lapak eks Harnus 
2. Berikan kwitansi/STR resmi dan buktikan uangnya masuk PAD 
3. Jelaskan kewenangan retribusi sampah + publikasikan master plan penataan.

Para Pedagang juga berharap Inspektorat dan BPKAD harus bisa turun audit aliran dana di lokasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan Camat Nubatukan belum.berhasil dihubungi ***


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Kabar baik bagi 255 PPPK Paruh Waktu Lembata: Tetap Bekerja, TPP Dikaji

Meski anggaran terbatas, Bupati mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menurunkan kualitas pelayanan. "Bekerjalah deng

| Minggu, 27 September 2026
Bupati Lembata Kaji Peluang Pemberian TPP ke 255 PPPK Paruh Waktu.

Selama saya memimpin bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, kami tidak akan memberhentikan PPPK Paruh Waktu, sepanjang

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata gelar berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-62 Tahun 2026

Peringatan ulang tahun kesehatan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, b

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Pendidikan Lembata diduga Jebak Bupati terkait Mutasi Kepala Sekolah di Lembata.

Kondisi data yang tidak valid di Dapodik membawa dampak serius bagi nasib guru. Data yang tidak sinkron menyebabkan stat

| Jumat, 25 September 2026
Ground breaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan, Target Rantai Ekonomi Nelayan Terintegrasi

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
PINRANG MEMANGGIL: BBM SUBSIDI RAKYAT DISELEWENGKAN, MASYARAKAT DIMINTA TIDAK DIAM

Ketua FORMASI, Umar, menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masya

| Jumat, 25 September 2026
Fakta Terungkap! Pelaku Pungli di Rutan Medaeng Bertindak Sendiri, Tanpa Perintah

Menindaklanjuti laporan tersebut, pimpinan Rutan Medaeng pada hari Senin (21/9/2026) langsung membentuk tim pemeriksa da

| Jumat, 25 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7