Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ditengah Efisienasi, Program Strategis Pemda Flotim Senilai 7.7 Miliar Hadapi Kendala Serius, DPRD Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi dan Pembenahan.

Proyek dengan anggaran besar itu telah berjalan namun, kunjungan lapangan anggota DPRD menemukan ada sejumlah persiapan yang dinilai belum tuntas

Indonesiasurya
Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:29:17 WIB
Rapat DPRD Flotim

FloresTimur - Program strategis pemerintah daerah kabupaten Flores Timur dengan nilai fantastis,  7.7 miliar hadapi kendala serius dilapangan, anggota dewan minta pemerintah lakukan evaluasi dan pembenahan.

Program Big Push (lompatan jauh) dengan pengadaan 700 Ekor sapi yang menelan Anggaran sebesar, 7.7 Miliar Di Tanjung Bunga kini hadapi kendala serius yang butuh diselesaikan secara baik agar anggaran sebesar 7.7 miliar tersebut tidak terbuang sia-sia.

Belum adanya unit pengelola, atau badan usaha sebagai menajemen yang nantinya menjalankan dan bertangungjawab terhadap Program Sentra Peternakan Sapi atau Big Push Pemerintah Kabupaten Flores Timur di Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga menjadi sorotan DPRD.

Proyek dengan anggaran besar itu telah berjalan namun, kunjungan lapangan anggota DPRD menemukan ada sejumlah persiapan yang  dinilai belum tuntas, terutama pembentukan BUMD sebagai pengelola serta ketersediaan pakan ternak.

Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat gabungan komisi DPRD Flores Timur beberapa waktu lalu.

Sejumlah anggota dewan menegaskan agar Pemerintah Daerah tidak memaksakan pelaksanaan program sebelum seluruh perangkat pendukung benar-benar siap.

Program strategis yang digagas Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bawah kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran itu diketahui telah dimulai sejak Oktober 2025. Namun hingga pertengahan 2026, DPRD menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan mendasar yang belum diselesaikan.

“Yang harus dipastikan terlebih dahulu adalah BUMD sebagai pengelola dan ketersediaan pakan ternak. Kalau dua hal ini belum siap, kami sulit memberikan rekomendasi untuk melanjutkan program,” tegas anggota DPRD, Yakobus Mikhael Krizik Basa Lewar, S.Kep., dalam rapat gabungan komisi.

Menurut DPRD, pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembukaan Jalan Usaha Tani (JUT), pengolahan lahan, pengadaan bibit hijauan makanan ternak (HMT), penanaman tanaman pagar, penanaman HMT, Hari Orang Kerja (HOK), hingga pembangunan jaringan air pada kawasan Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo.

Lokasi yang saat ini dikerjakan baru mencakup sekitar 30 hektare dari total 200 hektare lahan yang disewa Pemerintah Daerah untuk pengembangan kawasan peternakan.

Meski demikian, hasil kunjungan lapangan Komisi DPRD menunjukkan kondisi yang belum sesuai harapan. Legislator menemukan bahwa penyediaan pakan ternak belum memadai, sementara BUMD yang akan mengelola program tersebut juga belum terbentuk.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi. Yang kami lihat, pakan ternak belum siap dan BUMD juga belum ada. Ini harus diselesaikan terlebih dahulu agar ke depan tidak menimbulkan persoalan,” ujar Yakobus.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menjalankan program tanpa dasar administrasi dan kelembagaan yang kuat.

“Kalau nanti muncul persoalan hukum karena persiapannya belum matang, apakah DPRD juga ikut bertanggung jawab? Karena itu kami meminta pemerintah menyiapkan semuanya dengan baik agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Yuven Hikon meminta pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sebelum program benar-benar dilaksanakan

Hal senada disampaikan Anggota DPRD dari Fraksi PAN Theodorus Wungubelen, SH,  yang juga sebagai Ketua komisi saat itu sudah melakukan kunjungan kerja ke lokasi Big Push tersebut, meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur segera menyelesaikan pembentukan BUMD serta memastikan ketersediaan pakan sebelum program dilanjutkan.

“Kami sudah melakukan kunjungan ke lokasi. Temuan di lapangan cukup serius. Pemerintah Daerah harus segera menyiapkan BUMD dan memastikan pakan ternak tersedia dengan baik sebelum program ini diteruskan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga juga mempertanyakan kesiapan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam menjalankan program tersebut. Mereka berharap proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan daerah itu benar-benar direncanakan secara matang agar anggaran miliaran rupiah yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.(RS)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

HMI Bidang Hukum Badko Sulsel Tagih Janji Prabowo Sikat Korupsi, Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Berdasarkan keterangan penyidik, dari Kafe de’CLAN Signature ditemukan uang tunai sekitar Rp60 miliar, yang terdiri at

| Jumat, 10 Juli 2026
FST UNWIRA dan Kampus Ursulin Santa Angela Atambua Rintis Buku Mulok Sains-Budaya

Kolaborasi antara FST UNWIRA Kupang bersama Kampus Ursulin Santa Angela Atambua dan pihak sekolah dari jenjang SD hingga

| Jumat, 10 Juli 2026
Pengadaan Tanah Rampung, PLN UIP Nusra Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW

PT PLN (Persero) UIP Nusra telah melaksanakan sosialisasi rencana pembangunan PLTS Alor, di Kelurahan Kalabahi Tengah, K

| Jumat, 10 Juli 2026
Standar Baru Pelayanan Umrah Indonesia, JMQH dan PT Annisa Ahmada Travelindo Sukses Layani 1.214 Jamaah

Komitmen terhadap pelayanan terbaik juga tercermin dari kebijakan pimpinan yang secara penuh bertanggung jawab atas selu

| Kamis, 09 Juli 2026
April DA7 Go Sulawesi! Billboard di Jantung Makassar Siap Gaungkan Lagu "Menyala"

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan April DA7 kepada masyarakat di luar Pulau Jawa, khususnya di Pulau

| Kamis, 09 Juli 2026
Bocah 4 Tahun Di Lebatukan diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku berstatus Pelajar

Keluarga Korban sempat melapor ke Pos pol Hadakewa, tapi disarankan untuk langsung ke Polres karena kategori kasus ini c

| Kamis, 09 Juli 2026
LMA Emeyode Kutuk Pembakaran dan Penembakan Pilot PT AMA di Yahukimo

Dampak langsung adalah terganggunya akses transportasi udara yang penting bagi masyarakat pedalaman Papua.

| Rabu, 08 Juli 2026
Sya'ban Sartono Kecewa penanganan perkara Pengeroyokan Anak di Polres Gowa

Pengeroyokan terhadap anak di bawah umur adalah bentuk kejahatan serius dan pelanggaran hak azasi yang tidak dapat ditol

| Rabu, 08 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12