Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Geothermal Flores Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

Dengan adanya program ini, masyarakat mulai mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan tambahan pendapatan

Indonesiasurya
Kamis, 21 Mei 2026 | 00:39:54 WIB
Foto

Flores, 20 Mei 2026 - Kehadiran pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Flores mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Selain memperkuat keandalan pasokan listrik, pengembangan geothermal juga mendorong tumbuhnya peluang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif.

Di wilayah PLTP Ulumbu, Poco Leok, Kabupaten Manggarai, potensi alam yang sebelumnya belum tergarap optimal perlahan berkembang melalui pembentukan kelompok tani program budidaya hortikultura yang dijalankan PT PLN (Persero) UIP Nusra.

Pendamping program budidaya hortikultura Poco Leok, Sulastri Novamot, menjelaskan bahwa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kelompok tani setempat mendapatkan pendampingan untuk mengelola lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya program ini, masyarakat mulai mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan tambahan pendapatan. Sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan tanaman tahunan,” jelasnya.

Tak hanya di Manggarai, manfaat kehadiran geothermal juga dirasakan masyarakat di wilayah Mataloko, Kabupaten Ngada. Katharina Fono, warga Daratei Mataloko, mengaku kehidupan keluarganya mulai berubah sejak pengembangan panas bumi hadir di daerahnya.

“Dulu hidup kami sangat susah. Saya tinggal di pondok sederhana. Tetapi setelah geothermal masuk, saya mendapat pekerjaan dan anak saya juga bisa bekerja. Sekarang kami bisa memperbaiki kehidupan,” ungkap Katharina.

Menurutnya, berbagai isu negatif yang berkembang selama proses pembangunan PLTP Mataloko tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah proyek.

“Kami yang tinggal di sini merasakan langsung manfaatnya. Warung-warung masyarakat juga semakin ramai karena aktivitas ekonomi bertambah,” katanya.

Cerita serupa disampaikan Emilia Wawo, warga Daratei Mataloko, yang telah menyaksikan perkembangan geothermal di daerahnya sejak proses survei dilakukan puluhan tahun lalu.

“Dulu kami heran melihat orang datang survei ke tempat-tempat keluarnya lumpur panas. Sekarang kami paham bahwa daerah kami memiliki potensi besar untuk menghasilkan listrik,” ujar Emilia.

Ia menilai masyarakat kini mulai memahami bahwa geothermal merupakan energi ramah lingkungan karena memanfaatkan uap panas bumi sebagai sumber energi.

“Kami sudah mendapat banyak penjelasan dari PLN. Yang dimanfaatkan adalah uap panasnya, sehingga masyarakat di sini tetap hidup berdampingan dengan alam seperti biasa,” tambahnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan pengembangan geothermal tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“PLN terus mendorong berbagai program sosial dan ekonomi agar masyarakat di sekitar proyek ikut tumbuh dan merasakan manfaat pembangunan,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, pendekatan dialog, pendampingan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal akan terus diperkuat agar pengembangan energi baru terbarukan di Flores dapat menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemandirian energi di masa depan.[]


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Di Tengah Seruan Efisiensi, Kades Diminta Bayar Rp3 Juta untuk Ikut Bimtek

LIRA meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap mekanisme pemungutan biaya kepada kepala desa.

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 18