Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

Indonesiasurya
Senin, 13 Juli 2026 | 13:15:37 WIB
Ali Ashat, Pengajar sekaligus Advisory Board Program Magister Panas Bumi Institut Teknologi Bandung (ITB), saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi PLTP Ulumbu yang diselenggarakan PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara.

Mataram, 10 Juli 2026 - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan bahwa pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2x10 MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan secara terbatas, bersifat sementara, dan telah melalui kajian teknis serta lingkungan yang komprehensif.

Pengajar sekaligus Advisory Board Program Magister Panas Bumi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ali Ashat, menjelaskan bahwa penggunaan air sungai saat ini masih berada pada tahap penyediaan air untuk mengisi kolam penampung (water pond) yang digunakan selama proses pengeboran.

"Pemanfaatan air sungai ini hanya untuk mendukung kegiatan pengeboran. Yang paling penting adalah dilakukan monitoring secara berkala dan sosialisasi yang berkesinambungan kepada masyarakat," ujar Ali.

Ia menjelaskan, kebutuhan air tersebut juga tidak digunakan secara terus-menerus selama 24 jam setiap hari. Air hanya akan diambil ketika cadangan pada water pond berkurang, sementara sumber utama pengisian kolam penampung berasal dari air hujan dan air yang tersirkulasi kembali selama proses pengeboran.

Ali menambahkan bahwa kegiatan pengeboran panas bumi hanya membutuhkan tambahan air dalam jumlah lebih besar ketika pengeboran telah mencapai lapisan reservoir atau kondisi total loss, dan kondisi tersebut bersifat sementara dengan durasi terbatas.

"Dalam kondisi normal, kebutuhan air di lapangan sangat kecil dan sebagian besar hanya digunakan untuk mendukung aktivitas operasional pekerja. Karena itu, pemanfaatan air sungai untuk pengeboran bersifat sementara dan bukan kebutuhan permanen," jelasnya.

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum. Izin tersebut menjadi dasar pelaksanaan pemanfaatan air sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta memastikan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspek pengelolaan dan kelestarian sumber daya air.

Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) WKP Mataloko, Adrys Silaban, menjelaskan bahwa untuk mendukung kegiatan pengeboran, PLN telah menyiapkan empat kolam penampung (water pond) yang akan diisi menggunakan air dari Sungai Tiwu Bala.

"Masing-masing water pond memiliki kapasitas rata-rata sekitar 4.840 meter kubik. Pengambilan air dilakukan hanya untuk mengisi kolam penampung sebelum kegiatan pengeboran dimulai. Selanjutnya, air dimanfaatkan secara sirkulatif selama proses pengeboran, sehingga penambahan pasokan air dari sungai hanya dilakukan apabila volume kolam berkurang.

Dengan demikian, pengambilan air tidak dilakukan secara terus-menerus dan hanya bersifat sementara selama tahapan pengeboran," jelas Adrys.

Ia menambahkan, saat ini water pond juga telah mulai terisi secara alami oleh air hujan sebagai bagian dari persiapan kegiatan pengeboran.

Ia menambahkan, saat ini sebagian kebutuhan air pada water pond juga telah terpenuhi secara alami melalui air hujan yang tertampung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengambilan air dari sungai dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional dan tidak berlangsung secara terus-menerus.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan bahwa seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat.

"Kami memastikan pemanfaatan air dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan lingkungan yang memadai serta senantiasa mengedepankan aspek keberlanjutan. PLN juga berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses monitoring dan membuka ruang komunikasi secara terbuka," ujar Manurung.

Menurutnya, pengembangan PLTP Mataloko merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan bauran energi baru terbarukan di Flores sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5