Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Krisis Komunikasi di Kalangan Mahasiswa Digital: Antara Literasi dan Mispersepsi

Penulis ; Pedro S.G. Banunaek Nim 43124021

Indonesiasurya
Senin, 27 Oktober 2025 | 09:05:07 WIB
Ilustrasi

Mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual yang kritis, terbuka, dan memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan komunikasi mahasiswa kini menghadapi ujian serius.

Fenomena penyebaran informasi tanpa verifikasi, debat tidak produktif di media sosial, hingga budaya “asal berbicara” menunjukkan adanya krisis komunikasi di kalangan mahasiswa.

Krisis ini bukan hanya persoalan etika berbicara, tetapi juga soal literasi—kemampuan memahami, menilai, dan menyampaikan pesan secara bertanggung jawab.

Salah satu penyebab utama krisis komunikasi ini adalah rendahnya literasi digital di kalangan mahasiswa. Banyak yang aktif bermedia sosial, tetapi tidak mampu membedakan antara opini dan fakta.

Mereka mudah terbawa emosi, membagikan informasi yang belum terverifikasi, bahkan ikut memperkuat narasi yang menyesatkan. Akibatnya, ruang digital yang seharusnya menjadi arena dialog ilmiah justru berubah menjadi arena perdebatan tanpa arah.

Sebagai insan akademis, mahasiswa seharusnya memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menyaring dan mengelola informasi dengan bijak.

Masalah lainnya adalah menurunnya etika dalam berkomunikasi. Banyak mahasiswa kini lebih fokus mencari perhatian dan validasi di media sosial ketimbang menyampaikan ide yang bermakna.

Komentar sarkastik, sindiran, dan konten provokatif sering dianggap sebagai bentuk keberanian, padahal hal itu justru merusak esensi komunikasi.

Dalam dunia akademik, komunikasi seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat argumen dan menyebarkan pengetahuan, bukan alat untuk menyerang atau menonjolkan ego pribadi.

Krisis komunikasi ini juga mencerminkan lemahnya pendidikan komunikasi kritis di lingkungan kampus. Banyak mahasiswa tidak mendapat ruang yang cukup untuk melatih kemampuan berdiskusi, berargumentasi, dan mengelola perbedaan pendapat secara sehat.

Kampus sering kali lebih menekankan aspek akademik formal, sementara kemampuan komunikasi interpersonal dan publik kurang diasah. Padahal, kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan kunci dalam membangun karakter intelektual yang kuat dan beretika.

Era digital menuntut mahasiswa untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam berkomunikasi. Literasi digital, etika berbicara, dan kemampuan berpikir kritis harus menjadi bagian dari budaya akademik di kampus.

Mahasiswa bukan sekadar pengguna media sosial, tetapi juga produsen wacana yang berpengaruh dalam membentuk opini publik. Jika komunikasi mahasiswa dapat diarahkan kembali ke jalur yang konstruktif dan beretika, maka mereka akan kembali menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban komunikasi yang sehat dan cerdas di Indonesia.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Skrining Katarak, Cara RS Bukit Lewoleba Berbagi Cinta Di Tanah Misi

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan P

| Kamis, 05 Maret 2026
Komitmen Transparansi, PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

keberhasilan pengembangan geothermal turut ditentukan oleh relasi yang terbangun antara pemerintah, pelaku pembangunan,

| Kamis, 05 Maret 2026
14 Rumah Terbakar di Terang-Terang, Polres Bulukumba Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak

Kompol Syamsul Bahri menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Bulukumba dan Bhayangkari te

| Kamis, 05 Maret 2026
Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3