Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Maria Gracella Stephani Soe, Perempuan Pertama Asal Flores NTT Yang Terbangkan Pesawat

Langit bagi Stephani bukanlah batas- melainkan awal dari perjalanan

Indonesiasurya
Kamis, 12 Maret 2026 | 19:37:25 WIB
Foto

INDONESIASURYA.COM - Di tengah bentangan pegunungan dan langit biru Pulau Flores, sebuah mimpi besar pernah tumbuh dari seorang gadis kecil di pulau Flores tepatnya di Ruteng, Nusa Tenggara Timur.

Mimpi itu sederhana namun berani: suatu hari ia ingin melihat keindahan langit dari kokpit pesawat.

Gadis itu bernama Maria Gracella Stephani Soe, yang kemudian dikenal sebagai salah satu pilot perempuan inspiratif dari NTT.

Masa Kecil di Ruteng Awal Mimpi Menjadi Pilot

Maria Gracella Stephani Soe lahir di Ruteng, Flores, pada 22 April 1997. la merupakan putri dari pasangan Flavianus Soe dan Theresia Maria Natalia Dugis.

Sejak kecil, Stephani tumbuh dilingkungan sederhana di Manggarai. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDK Ruteng V, kemudian melanjutkan ke SMPK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng dan SMAK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng.

Seperti banyak anak di daerah, akses terhadap profesi modern seperti pilot tidak selalu terlihat dekat. Namun Stephani justru menjadikan keterbatasan itu sebagai motivasi.

Salah satu hal yang paling memengaruhi mimpinya adalah kebiasaan sederhana: menikmati matahari terbenam (sunset) di langit Ruteng. la sering membayangkan bagaimana rasanya melihat pemandangan itu dari ketinggian. Imajinasi tersebut perlahan berubah
menjadi cita-cita nyata untuk menjadi pilot.

Menembus Sekolah Penerbangan Setelah lulus SMA pada tahun 2015, Stephani memutuskan mengambil langkah besar yang tidak biasa bagi
banyak perempuan dari daerah: masuk sekolah penerbangan.

la kemudian menempuh pendidikan di Flybest Flight Academy di Batam (sering disebut Flybest Flight Academy). Pendidikan ini tidak
mudah, baik dari segi biaya maupun persaingan. Stephani menjalani
pendidikan selama sekitar 2 tahun 4
bulan sebelum akhirnya menyelesaikan pelatihannya sebagai pilot.

Selama masa pendidikan, ia
menghadapi berbagai tantangan. Selain harus mengikuti pelatihan yang ketat, ia juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bahasa,
dan budaya yang berbeda. Bahkan di angkatannya, Stephani merupakan
satu-satunya perempuan di antara 10 siswa.
Namun dengan ketekunan dan dukungan keluarga, ia berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut dan meraih lisensi sebagai pilot.

Mengukir Sejarah: Pilot Perempuan
dari Manggarai Keberhasilan Stephani tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Ia juga
mencatat sejarah sebagai salah satu pilot perempuan pertama dari Manggarai, NTT.

Dalam perjalanan kariernya, ia diketahui terlibat dalam operasi penerbangan yang menggunakan pesawat Airbus A320-200, salah satu pesawat penumpang yang banyak
digunakan maskapai komersial modern.

Bagi banyak orang di NTT, terutama generasi muda, keberadaan Stephani menjadi simbol bahwa anak daerah pun mampu menembus profesi global yang selama ini dianggap jauh dari jangkauan.

Inspirasi bagi Generasi Muda NTT
Stephani sering menekankan bahwa
mimpi besar bisa lahir dari tempat
kecil. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. la mendorong generasi muda NTT untuk berani bermimpi dan bekerja
keras mengejarnya. Dengan doa, dukungan keluarga, dan tekad kuat, seseorang dapat mencapai profesi apa pun yang diinginkan.

Kisahnya menunjukkan bahwa anak muda dari daerah terpencil sekalipun dapat menembus dunia profesional internasional-bahkan hingga
mengendalikan pesawat di langit. Simbol Perempuan NTT yang Berani Bermimpi

Dalam konteks yang lebih luas, perjalanan Maria Gracella Stephani Soe juga menjadi simbol kemajuan perempuan dari NTT. Di wilayah yang masih menghadapi berbagai
keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan, keberhasilannya membuka harapan baru bagi banyak perempuan muda.
la membuktikan bahwa perempuan tidak hanya mampu menembus profesi yang didominasi laki-laki, tetapi juga bisa menjadi pelopor dan inspirasi bagi daerah asalnya.

Langit bagi Stephani bukanlah batas-
melainkan awal dari perjalanan.***


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Jaringan Air Bersih Bukit Kneping‑Lewokoba Diresmikan, Warga Atakore Bersyukur

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, S.Fil., mengajak seluruh warga dan enam kepala desa

| Kamis, 29 Oktober 2026
Manfaat MBG di Kabupaten Flores Timur dan Lembata Tidak Merata, Warga Tuntut Keadilan Negara.

“Masyarakat menuntut keadilan negara. Negara jangan menjadi tuli dan tidak mendengar suara dari desa‑desa,” ujar V

| Kamis, 29 Oktober 2026
Bimtek STEM untuk Guru PAUD Lembata Dibuka, Manfaatkan Alam Lokal untuk Pembelajaran Menyenangkan

kepala dinas pendidikan Wensalus Ose menyampaikan bahwa masa usia dini adalah masa pertumbuhan pesat anak dari sisi kogn

| Kamis, 29 Oktober 2026
Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10