Indonesiasurya.com - Mendeteksi Kebohongan ini di dasarkan pada konsep Neuro-Linguistic Programing (NLP) yang di sebut EYE ACCESSING CUES.
Meskipun tidak 100% akurat. Pola ini sering di gunakan untuk melihat bagaimana seseorang memproses informasi di otaknya.
Penting : Arah mata ini umumnya berlaku bagi orang yang tidak kidal (right-handed). Untuk orang kidal, polanya bisa terbalik.
Berikut adalah panduan cepat arah mata untuk mendeteksi kebohongan (posisi anda berhadapan langsung dengan orang tersebut).
1. Arah Mata Saat Berbohong
(Kanan Anda/Kiri Pembohong).
Jika di tanya mengenai suatu kejadian, mata orang tersebut melirik ke arah "Kanan Atas"
atau "Kanan Samping", itu bisa menjadi indikasi kebohongan.
* Kanan Atas (Visual
Constructed): Artinya otak sedang menciptakan gambar atau berimajinasi, bukan
mengingat memori yang sesungguhnya.
*. Kanan Samping (Auditory Constructed):
Artinya otak sedang menciptakan suara atau
kata-kata yang tidak pernah di dengar, menandakan karangan.
2. Arah Mata Saat Jujur (Kiri Anda/Kanan Pemborong).
Jika mata seseorang melirik ke arah kiri atas atau kiri samping, biasanya mereka sedang
berusaha mengingat memori nyata.
* Kiri Atas (Visual Remembered);
Artinya otak sedang "Mengakses Memori Visual" atau mengingat
gambar nyata yang pernah di lihat.
* Kiri Samping (Auditory
Remembered): Artinya otak sedang "Mengingat Suara" atau percakapan nyata yang pernah di
dengar.
3. Arah Mata Bawah
(Perasaan/Dialog Internal).
* Kanan bawah (Kinesthetic):
seseorang melirik ke kanan bawah atau perasaan, seperti rasa bersalah atau malu.
* Kiri Bawah (Auditory Digital):
seseorang melirik ke kiri bawah menandakan sedang berdialog dengan diri sendiri (berpikir keras atau menyusun jawaban).
Tanda Pendukung Lainnya Dalam 3 Detik:
* Kedipan mata berlebihan: Berkedip lebih dari 5-6 kali per menit bisa menandakan kecemasan dan kebohongan.
* Tatapan Kosong/tidak Fokus: Mata tidak menatap lawan bicara (menghindar) atau justru menatap terlalu tajam untuk meyakinkan.
* Menggaruk Hidung/Mulut :
Sering kali berbarengan dengan lirikan mata saat berbohong. Mengapa Bisa Terjadi?
Saat berbohong, otak membutuhkan kerja ekstra untuk menciptakan (Construct) cerita palsu, sehingga mata cenderung bergerak ke arah pemrosesan imajinasi (Kanan). Sementara itu, saat berkata jujur, otak mengingat (recall) memori nyata, sehingga mata bergerak ke arah memori (Kiri).
Disclaimer: Teknik ini adalah alat observasi, bukan ilmu pasti. Seseorang mungkin melirik ke kanan bukan karena berbohong, melainkan karena cara berpikirnya berbeda.
Pendeteksi kebohongan terbaik adalah dengan melihat cluster atau gabungan beberapa perilaku (bahasa + arah mata + nada bicara).***