Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pemerintah Pusat Pangkas Dana Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2026, Pemda. Lembata Hadapi Tantangan Fiskal Yang Berat

Pemotongan signifikan ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pemerintahan dan layanan publik yang selama ini berjalan di berbagai sektor.

Indonesiasurya
Rabu, 19 November 2025 | 15:37:32 WIB
Foto

Indonesiasurya.com | Lembata  – Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah pada tahun 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lembata. Anggaran yang sebelumnya diperkirakan mendekati Rp 900 miliar pada 2025 terpaksa turun drastis menjadi sekitar Rp 600 miliar pada 2026.

Pemotongan signifikan ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pemerintahan dan layanan publik yang selama ini berjalan di berbagai sektor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, dalam apel kesadaran di halaman Kantor Bupati Lembata, Senin 17 November 2025, mengungkapkan keprihatinannya atas penurunan anggaran tersebut.

Ia menegaskan pentingnya efisiensi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama pada belanja rutin, karena kebijakan pengurangan dana transfer merupakan konsekuensi dari evaluasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah.

Berdasarkan perbandingan dengan APBD induk 2025, terjadi penurunan sekitar Rp 150 miliar, dan jika dihitung dengan APBD perubahan, pemangkasan mencapai sekitar Rp 89 miliar. Kondisi ini membuat anggaran 2026 hanya cukup untuk menutupi belanja wajib seperti gaji pegawai, listrik, air, dan pengadaan obat-obatan di Puskesmas dan rumah sakit. Akibatnya, sejumlah program non-prioritas dan pengembangan terpaksa ditunda.

Paskalis menegaskan bahwa penurunan dana transfer memiliki keterkaitan langsung dengan rendahnya penyerapan anggaran oleh OPD dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga 11 November 2025, penyerapan anggaran baru mencapai 70%, sementara realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru menyentuh 74%. Dengan waktu ideal tersisa hanya dua minggu sebelum penguncian DAU SG, PAD, dan Bagi Hasil akhir November serta batas akhir penyerapan DAK pada 15 Desember 2025, kondisi fiskal semakin tertekan.

Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan adanya potensi kekurangan anggaran hingga Rp 50 miliar. Dengan target PAD tahun 2026 yang mencapai Rp 42 miliar, kekurangan tersebut dapat ditekan hingga sekitar Rp 2 miliar dan akan ditutupi melalui dukungan pemerintah pusat.

Namun ia menegaskan bahwa tahun 2026 tetap akan menjadi tahun sulit bagi Lembata, karena anggaran yang tersedia hanya mencukupi kebutuhan rutin, sementara program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan sektor nelayan, tani, dan ternak, akan terhambat.

Paskalis juga menyoroti rendahnya realisasi anggaran yang terlihat dari dana daerah yang masih mengendap. Hingga saat ini, terdapat sekitar Rp 30 miliar yang belum terserap di RKUD dan Rp 27 miliar di deposito, sehingga total dana mengendap mencapai Rp 57 miliar.

Ia menilai kondisi ini bertentangan dengan komitmen pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran besar, namun tidak diimbangi dengan kinerja penyerapan yang optimal dari daerah.

Menutup arahannya, Sekda menegaskan bahwa APBD Perubahan 2025 sudah ditetapkan dan wajib segera dieksekusi. Ia meminta seluruh OPD bergerak cepat menyelesaikan penyerapan anggaran sekaligus memperbaiki perencanaan agar tidak terjadi hambatan serupa di tahun mendatang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi penyesuaian pembangunan akibat kondisi fiskal yang menantang, seraya berharap pemerintah pusat terus melakukan pembinaan agar kinerja daerah dapat meningkat dan kesenjangan kebutuhan pembangunan dapat teratasi. (prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Skrining Katarak, Cara RS Bukit Lewoleba Berbagi Cinta Di Tanah Misi

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan P

| Kamis, 05 Maret 2026
Komitmen Transparansi, PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

keberhasilan pengembangan geothermal turut ditentukan oleh relasi yang terbangun antara pemerintah, pelaku pembangunan,

| Kamis, 05 Maret 2026
14 Rumah Terbakar di Terang-Terang, Polres Bulukumba Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak

Kompol Syamsul Bahri menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Bulukumba dan Bhayangkari te

| Kamis, 05 Maret 2026
Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4