Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Masyarakat tolak rencana proyek panas bumi Atadei, PLN UIP Nusa Tenggara bertemu uskup Larantuka Diskusi Pengembangan Geothermal

Budaya Lamaholot bertumpu pada kekuatan Ama Lerawulan dan Ina Tana Ekan," ungkap Rm Ancis Kwaelaga.

Indonesiasurya
Kamis, 10 Oktober 2024 | 08:48:23 WIB
PLN ketemu uskup Larantuka

Lewoleba,Indonesiasurya.com - PLN UIP Nusa Tenggara bertemu dan bersilaturahmi ke Keuskupan Larantuka pada tanggal 07 Oktober 2024  

Baca juga ; https://indonesiasurya.com/ra-penjual-kosmetik-di-lembata-ditahan-kejaksaan-dan-terancam-12-tahun-penjara

Pertemuan dilaksanakan di Gereja St. Maria Baneaux  bertujuan untuk membangun sinergi dalam pelaksanaan Pengembangan Geothermal PLTP Atadei 10 MW. 

Langkah ini terus dilakukan dalam rangka pendekatan dan juga untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat  terkait Langkah PLN dalam mewujudkan energi ramah lingkungan di Kab. Lembata.

untuk diketahui PLN UIP Nusa Tenggara tengah melakukan pengembangan Geothermal PLTP Atadei dan dihadapkan pada situasi pro kontra di tengah masyarakat. .

Uskup Larantuka, Mgr Frans Kopong Kung, meminta pendapat Romo Vikjen dan Romo Sekjen serta Romo Deken Lembata. 


Sebab menurut Uskup Larantuka, pihaknya berada di wilayah penggembalaan Umat, sedangkan dalam hal teknis PLTP secara khusus diluar bidang yang digeluti. 

"Bahwa ada masalah sosial berkaitan dengan itu dan menjadi perhatian coba ditelusuri ada apa dibalik itu," ungkap Uskup Larantuka, Mgr Frans Kopong Kung, Pr. 

Vikjen Keuskupan Larantuka, Rm. Geby Unto Da Silva mengatakan, pihaknya pernah pergi melihat tambang timah ke Bangka Belitung, pulau itu menjadi tidak elok, pulaunya rusak rusak.

"Kami juga melihat lumpur panas Lapindo. Maksudnya  hal-hal seperti itu diselidiki, kalau ada ahli dapat menjelaskan adanya fenomena ini dan akankan dampak seperti ini dapat di cegah jika di Lembata dilakukan eksplorasi PLTP," ujar Romo Vikjen, Geby Unto Da Silva. 


Sementara itu Sekjen Keuskupan Larantuka, Romo Ancis Kwaelaga, dalam kesempatan itu menandaskan, Soal energi baru terbarukan hendaklah dapat dikembangkan dengan satu konteks ramah lingkungan dan dimanfaatkan untuk kebaikan banyak orang. 


"Seperti apa ilmu dan teori kita awam. Belajar dari pengalaman, pertambangan pasti ada dampak lingkungan. Ini pemahamam dasar masyarakat. Soal gas bumi, ada hal pemicu dampak. Proses pengembangan PLTP Memacu migrasi gas di dalam bumi dan disemprot keluar. Ini Gas yang begitu besar, Secara teori, dampak ini diminimalisir, agar tidak mengganggu lingkungan dan berdampak luas. 

Menurut Kwaelaga, ada kesenjangan pengetahuan warga tentang PLTP yang kemudian dibalut kepercayaan menurut budaya Lamaholot. 


"Titik dipikirkan, soal kearifan budaya lokal, mendarah daging dengan leluhur. Itu yang susah. Namun Kita perlu dapat tantangan, agar sosialisasi lebih kuat. Secara umum, masyarakatnya tidak menjangkau ke sana, konsep budaya, hak ulayat warisan, itu pertiwi, bagaimana kita ganggu. Dampak aspek budaya mendarah daging dalam diri umat. Kalau ada teori baru mereka sulit menerima. Budaya Lamaholot bertumpu pada kekuatan Ama Lerawulan dan Ina Tana Ekan," ungkap Rm  Ancis Kwaelaga.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Total Luas Lahan Terbakar di Lembata Capai 2.372,24 Hektare hingga September 2026

Pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi. Upaya pencegahan dan penanganan harus meliba

| Kamis, 22 Oktober 2026
KPH Lembata: Karhutla 2026 Diproyeksikan Lebih Luas, Ini Penyebabnya

Sebagian besar pemicu kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun penyebab pasti setiap titik api tetap harus di

| Kamis, 22 Oktober 2026
KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 15